Pasukan Afghanistan dinilai efektif

  • 5 September 2013
Afghanistan
Afghanistan memimpin operasi tempur menjelang penarikan pasukan NATO.

Panglima Inggris di Afghanistan, Letnan Jenderal John Lorimer, mengatakan militer negara itu terbukti merupakan pasukan yang efektif.

Menurut Letjen Lorimer, pasukan Afghanistan sudah memperlihatkan ketahanan dalam menghadapi serangan Taliban.

"Jika Anda berperang dengan musuh yang kejam, tidak bisa dihindari kalau akan jatuh sejumlah korban," jelasnya dalam wawancara dengan BBC di Kabul.

"Mereka membangun para pemimpin. Mereka mengambil langkah di depan, berperang melawan pemberontak."

NATO sudah menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Afghanistan sebelum mundur dari Afghanistan akhir tahun depan.

Serangan meningkat

Komentara Letjen Lorimer ini disampaikan di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa akibat serangan kelompok militan dalam beberapa waktu belakangan.

Kepolisian Afghanistan mengakui jumlah polisi yang tewas dalam periode enam bulan belakangan meningkat dua kali lipat dibanding periode yang sama dua tahun sebelumnya.

Bagaimanapun -seperti dilaporkan wartawan BBC di Kabul, Karen Allen- komentar dari panglima Inggris di Afghanistan itu menjadi keyakinan bagi pasukan Afghanistan yang kini memimpin operasi tempur menjelang penarikan mundur pasukan NATO.

Saat ini kurang dari 8.000 tentara Inggris masih berada di Afghanistan, bersama pasukan Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO lainnya yang jumlah totalnya diperkirakan 100.000 anggota.

Pasukan tempur asing akan meninggalkan negara ini pada akhir 2014 namun jumlah pasukan asing yang masih akan tetap tinggal di Afghanistan masih dirundingkan.

Berita terkait