Korban kerusuhan di India bertambah menjadi 28 orang

Suasana di Muzaffarnagar
Image caption Aparat keamanan melakukan patroli di satu kawasan di Muzaffarnagar yang tampak lengang.

Jumlah korban tewas dalam bentrok antara Muslim dan penganut Hindu di negara bagian Uttar Pradesh, di India utara, bertambah menjadi 28 orang.

Hampir 1.000 tentara dikerahkan untuk mengawasi jam malam di beberapa desa yang menjadi lokasi bentrok.

Menurut kantor berita Associated Press, bentrok masih berlangsung pada Minggu malam meski aparat sudah diterjunkan.

Kini aparat keamanan diberi kewenangan untuk melakukan tembak di tempat terhadap para tersangka pelaku kerusuhan.

Ratusan orang, yang menjadi anggota kelompok minoritas, meninggalkan desa-desa mereka.

"Suasananya sangat tegang. Saya hanya ingin memindahkan keluarga saya ke tempat yang lebih aman," kata Munavar kepada AP.

Toko-toko dan sekolah di sekitar kawasan Muzaffarnagar diliburkan, sementara tentara melakukan razia senjata di rumah-rumah warga.

Telepon genggam dan media sosial

Selain itu pemerintah melarang siaran televisi dan penjualan koran, dalam upaya mencegah kerusuhan lebih lanjut, namun beberapa pihak mengatakan rumor menyebar melalui telepon genggam dan media sosial.

Kerusuhan komunal pecah pada hari Sabtu (07/09) yang dipicu oleh pembunuhan terhadap tiga pria setelah mereka memprotes dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan setempat.

Sebelum pecah kerusuhan ribuan orang berkumpul meminta keadilan atas korban pembunuhan tersebut.

Kemudian tersebar video palsu yang menunjukkan dua orang tengah disiksa beramai-ramai, yang menyulut kerusuhan lebih lanjut.

Lebih 100 orang ditahan dan beberapa politikus setempat dituduh memicu pertumpahan darah. Politikus juga dilarang mengunjungi lokasi kejadian.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh, menyatakan prihatin dan terkejut atas timbulnya korban jiwa dalam bentrok ini.

Berita terkait