Pemimpin senior Taliban akan dibebaskan

Taliban
Image caption Taliban belum bersedia berunding langsung dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.

Pakistan akan membebaskan seorang pemimpin senior Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, sebagai upaya membantu proses perdamaian Afghanistan.

Waktu pembebasannya masih belum diumumkan namun 'dalam waktu sebulan ini', seperti dituturkan seorang penasehat urusan luar negeri Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif.

Kepada kantor berita Reuters, Sartaj Aziz, mengatakan bahwa waktu pembebasan persisnya masih sedang dibahas.

"Secara prinsip, kami sudah mencapai kesepakatan untuk membebaskannya. Waktunya masih dibahas," katanya.

Dia menambahkan Baradar kelak tidak akan diserahkan kepada Afghanistan namun dibebaskan di Pakistan dan diharapkan akan memiliki kesempatan untuk menjalin kontak dengan para pemimpin di lapangan untuk membujuk mereka ikut serta dalam proses perdamaian.

Akhir pekan lalu Pakistan mengeluarkan pernyataan pembebasan tujuh tahanan Taliban, namun Mullah Baradar tidak disebut.

Mullah Baradar merupakan satu dari empat pendiri gerakan Taliban dan nama Baradar disebut sebagai nama yang diberi pemimpin Taliban, Mullah Mohammed Omar.

Permintaan Karzai

Image caption Pasukan tempur asing akan meninggalkan Afghanistan pada akhir 2014.

Presiden Agfhanistan, Hamid Karzai, secara terbuka sudah meminta bantuan Pakistan untuk membantu membawa para pemimpin Taliban ke meja perundingan.

Dia juga secara tegas meminta agar Mullah Baradar -yang ditangkap di Karachi tahun 2010- dibebaskan.

Penangkapannya dilihat sebagai keberhasilan penting dalam kerja sama dinas intelijen Amerika Serikat, CIA, dan Pakistan.

Pemerintah Afghanistan dilaporkan berpendapat Mullah Baradar lebih terbuka untuk dialog dibanding para pemimpin lain Taliban, yang hingga saat ini masih menolak melakukan perundingan langsung dengan Presiden Karzai, yang mereka anggap sebagai boneka AS.

Proses perdamaian Afghanistan terasa semakin mendesak karena pasukan pasukan tempur NATO akan mundur dari negara itu pada akhir tahun depan.

Tanggung jawab keamanan kini sudah berada di tangan pasukan Afghanistan dan masih belum ada tanda-tanda serangan kekerasan menurun.

Hari Selasa (10/09) sebuah bom di pinggir jalan menewaskan sedikitnya tujuh penumpang bus di Provinsi Ghazni, Afghanistan selatan.

Taliban juga menyerang pangkalan pasukan Amerika Serikat di Torkham, Provinsi Nangarhar, pada awal September.

Walau serangan berhasil digagalkan, sejumlah truk pengangkut pasokan NATO sempat dibakar para penyerang.

Berita terkait