Israel bayar US$1 juta kepada keluarga Tawanan X

Ben Zygier
Image caption Ben Zygier berada di sel isolasi di Penjara Ayalon dekat Tel Aviv selama berbulan-bulan.

Israel bersedia membayar uang US$1,1 juta kepada keluarga seorang pria Australia keturunan Israel, Ben Zygier, yang menggantung diri di tahanan Israel tiga tahun lalu.

Kepastian itu disampaikan oleh Kementerian Kehakiman Israel pada Selasa malam (10/09) waktu setempat.

"Setelah negosiasi, kedua pihak (Israel dan keluarga) mencapai kesepakatan yang mengharuskan Israel membayar US$1,1 juta kepada keluarga," pernyataan Kementerian Kehakiman seperti dikutip kantor berita AFP pada Rabu, 11 September.

Namun Kementerian Kehakiman menegaskan kesepakatan pembayaran bukan berarti Israel "mengaku bersalah atas dugaan" yang dilontarkan.

Pembayaran dimaksudkan agar kasus tidak sampai ke pengadilan yang mungkin akan mengungkap berbagai informasi yang membahayakan keamanan negara.

Keluarga Ben Zygier -yang dikenal dengan nama Tawanan X- sebelumnya menuduh Israel melakukan kelalaian dalam menangani kasus ini.

Keluarga menuntut

Zygier ditemukan dalam keadaan tergantung di sel isolasi di Penjara Ayalon dekat Tel Aviv pada Desember 2010. Ia dipenjarakan secara diam-diam setelah ditangkap pada 2010.

Ia dilaporkan bekerja untuk badan intelijen Mossad dan ditahan karena diduga telah membocorkan rincian pekerjaannya.

Dokumen pengadilan yang dikeluarkan pada 25 April tahun ini menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas penjara Israel telah menyebabkan kematian Zygier karena gagal mencegahnya melakukan bunuh diri.

Keluarganya menuduh pihak berwenang lalai dan menuntut kompensasi. Nama Tawanan X diberikan karena Israel tidak mau mengakui keberadaan tawanan Ben Zygier selama bertahun-tahun.

Pada Februari tahun 2013, Australian Broadcasting Corporation (ABC) mengungkap identitasnya dan latar belakangan penahanannya.

Menurut ABC, Zygier menyabotase operasi sangat rahasia yang bertujuan memulangkan jasad jasad tentara Israel yang hilang di Lebanon.

Berita terkait