Pemberontak Filipina serang kota kedua

  • 12 September 2013
Tentara Filipina
Pertempuran di Zamboanga, FIlipina selatan, memasuki hari keempat Kamis (12/09).

Pemerintah Filipina mengatakan orang-orang yang diduga sebagai pemberontak Muslim menyerang kota kedua di kawasan selatan negara itu.

Pemtempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak memasuki hari keempat di kota pelabuhan Zamboanga.

Para pejabat mengatakan paling tidak dua tentara terluka saat kelompok bersenjata menyerang pos keamanan di Basilan.

Pemberontak di Zamboanga menggunakan mortir untuk menangkal tentara yang mencoba menyerang pos mereka di daerah perumahan.

Kelompok ini merupakan bagian dari Front Pembebasan Nasional Moro, MNLF, yang tidak diikutkan dalam perundingan damai.

Lebih dari 100 anggota MNLF masuk ke sejumlah desa dan mereka dilaporkan menggunakan sejumlah warga sipil sebagai tameng.

"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anggota pemberontak yang bisa keluar," kata juru bicara militer Letnal Kolonel Ramon Zagala kepada kantor berita AFP.

MNLF 'dipinggirkan'

Ribuan penduduk Zamboanga melarikan diri akibat pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak.

Jumlah total orang yang meninggal Rabu (11/09) mencapai delapan orang dan sejumlah laporan mengutip para pejabat yang mengatakan jumlah korban sampai hari Kamis (12/09) mencapai 12 orang.

Para peajbat mengatakan satu desa di pusat kota Lamitan, di Provinsi Basilan, juga diserang oleh para pemberontak.

Basilan adalah provinsi di kawasan otonomi Mindanao tidak jauh dari Zamboanga.

Basilan dikenal sebagai tempat berlindung sejumlah kelompok militan.

MNLF didirikan oleh Nur Misuari tahun 1971 dengan tujuan untuk memperjuangkan pendirian negara Islam. MNLF menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah tahun 1996.

Namun, Nur Misuari mengeluh faksinya dipinggirkan dalam perjanjian damai yang saat ini dirundingkan antara pemerintah dan kelompok pemberontak lain, Front Pembebasan Islam Moro, MILF.

Bulan lalu, ia menyatakan negara Muslim merdeka di Filipina selatan.

Berita terkait