Perempuan hamil kokain ditangkap

latex belly
Image caption Perut karet yang dipenuhi kokain disita petugas bandara Bogota.

Seorang turis asal Kanada ditangkap di Kolombia setelah mencoba naik pesawat ke Toronto dengan perut hamil palsu yang berisi kokain, kata polisi setempat.

Turis itu menarik perhatian seorang polisi di Bandara Internasional Bogota, Kolombia, yang kemudian bertanya seberapa tua usia kehamilannya.

Perempuan hamil itu kemudian bereaksi agresif, yang menimbulkan kecurigaan petugas yang kemudian menggeledahnya.

Tahun ini, hampir 150 orang ditangkap terkait kasus obat-obatan di bandara Bogota.

Sekitar sepertiga dari mereka adalah warga negara asing, menurut pihak berwenang Kolombia.

'Berapa bulan?'

Image caption Perempuan ini ditangkap di bandara Bogota, Kolombia.

Perempuan yang merupakan warga negara Kanada ini sedang berada di bandara Kolumbia pada awal Agustus lalu dan akan segera berangkat kembali ke Toronto, Kanada, ketika salah seorang polisi wanita bertanya kepada perempuan itu mengenai usia kehamilannya.

"Perempuan itu tidak suka pertanyaan kami dan ini membuat pihak yang berwenang curiga. Secara naluriah, petugas kemudian dengan sangat berhati-hati menyentuh perut wanita itu, menyadari bahwa perut itu terlalu keras dan sangat dingin," kata wakil direktur polisi Kolombia bagian anti-narkotika, Kolonel Esteban Arias Melo.

Wanita itu diduga mengaku ia sedang hamil tujuh bulan.

Setelah digeledah, polisi menemukan dua buah kantung yang disembunyikan di dalam perut latex itu. Kantung tersebut berisi 2kg kokain.

Pemerintah Kolombia mengatakan perempuan asal Kanada ini akan dikenakan pasal perdagangan, kepemilikan dan produksi narkoba dan bisa dihukum antara lima hingga delapan tahun penjara.

Obat-obatan ini bila dijual memiliki nilai sekitar US$ 60.000, kata polisi Kolombia. Kolombia merupakan negara yang sangat strategis untuk jaringan perdagangan narkoba.

Pejabat pemerintah mengatakan sedikitnya 874 orang asing saat ini ditahan di berbagai penjara di negara itu, mayoritas atas tuduhan narkoba.

Berita terkait