PBB akan umumkan kasus senjata kimia Suriah

  • 14 September 2013
Image caption Sekjen PBB Ban-Ki moon akan umumkan temuan PBB soal penggunaan sejnata kimia di Suriah.

Sekjen PBB Ban-Ki moon mengatakan, laporan temuan PBB tentang kasus penggunaan senjata kimia di Suriah, yang akan diumumkan pekan depan, diharapkan akan mengkonfirmasi siapa sesungguhnya yang menggunakan senjata kimia tersebut.

"Laporan PBB itu akan sangat mengkonfirmasi tentang adanya penggunaan senjata kimia," katanya.

Menurut Ban Ki -moon, PBB tidak akan mengomentari siapa yang harus disalahkan atas serangan senjata kimia pada 21 Agustus lalu di wilayah Ghouta, di pinggiran Damaskus.

Dia beralasan, itu bukanlah bagian kewenangan laporan tersebut.

Tetapi dia mengatakan, bahwa Presiden Suriah bersalah karena "melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan" selama krisis politik di Suriah.

Sementara itu, pimpinan tim PBB yang melakukan penyelidikan dugaan senjata kimia di Suriah, Ake Sellstrom telah mengkonfirmasi bahwa laporan tersebut rampung.

Seorang diplomat senior PBB mengatakan kepada BBC bahwa Ban akan melaporkannya ke Dewan Keamanan PBB di New York pada pukul 11:00 waktu setempat ( 15:00 WIB) pada hari Senin.

Lanjutan perundingan Menlu AS-Rusia

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf mengatakan, AS yakin laporan PBB itu tidak menyalahkan siapapun, tetapi akan "memperkuat terhadap apa yang sudah kami katakan " tentang insiden di Ghouta.

Para diplomat mengatakan, laporan itu barangkali tidak akan menyalahkan siapapun secara terbuka, tetapi semata laporan faktual berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan selama penyelidikan.

Sementara itu, Menteri luar negeri AS dan Rusia terus melanjutkan pembicaraan tentang rencana menempatkan senjata kimia Suriah di bawah pengawasan internasional.

Juru bicara Kementerian luar negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, pembicaraan di Jenewa akan berlanjut hingga malam hari. "Mereka sudah berunding pada persoalan yang penting."

"Kami tidak akan melanjutkan pembicaraan apabila tidak ada kemajuan," kata seorang pejabat AS di Jenewa. "Ini persoalan rumit."

Sebelumnya, Washington dan sekutunya menuduh pemerintah Suriah telah membunuh ratusan orang warga Suriah dalam serangan senjata kimia di Ghouta. Pemerintah Suriah sejak awal membantah tuduhan itu, dan menuduh kelompok pemberontak sebagai pelakunya.

Berita terkait