Serangan helikopter tempur ke Zamboanga

Zamboanga
Image caption Asap mengepul dari kawasan yang dikuasai militan di Zamboanga.

Pasukan Filipina mulai melancarkan serangan roket untuk mengusir kelompok militan yang menguasai sebagian wilayah kota Zamboanga.

Serangan Senin 16 September itu menggunakan helikopter tempur dengan tujuan mengakhiri bentrokan yang berlangsung lebih dari seminggu belakangan yang sudah menewaskan sedikitnya 22 orang.

Pemerintah Filipina ingin agar militan yang merupakan sempalan dari Barisan Pembebasan Nasional Moro, MNLF, bisa dilumpuhkan secepat mungkin, seperti dilaporkan wartawan BBC untuk kawasan Asia Tenggara, Jonathan Head.

Militer menyebut operasi terbaru ini sebagai serangan dengan sasaran yang tepat walau tetap ada kekhawatiran warga sipil juga mungkin akan menjadi korban.

Diperkirakan sekitar 100 militan masih berada di dalam kawasan permukiman dan menjadikan penduduk setempat sebagai tameng mereka.

Ribuan mengungsi

Bagaimanapun pemerintah sudah memutuskan tidak ada lagi perundingan dengan kelompok penyerang.

Sekitar 3.000 personil tentara dan polisi sudah dikerahkan ke darat untuk mengepung kawasan yang dikuasai para militan tersebut.

Sementara ribuan warga sudah mengungsi dari rumahnya dan ditampung di stadion Zamboanga maupun gereja dan dan sekolah.

MNLF yang didirikan Nur Misuari pada tahun 1971 dengan tujuan mendirikan negara Islam sudah menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah pada 1996.

Laporan-laporan menyebutkan kelompok sempalan yang menguasai kawasan Zamboanga ingin berunding langsung dengan Manila.

Berita terkait