'Anak hutan' dihukum tugas sosial

  • 26 September 2013
Robin van Helsum
Image caption Kedok Robin van Helsum terungkap karena teman-teman lama mengenalinya.

Pengadilan di Berlin menjatuhkan hukuman dalam bentuk tugas sosial kepada seorang pria yang dikenal sebgai 'anak hutan'.

Robin van Helsum dinyatakan bersalah karena berbohong hilang di dalam hutan selama beberapa tahun dan lupa nama lengkapnya.

Wartawan BBC di Berlin, Steve Evans, melaporkan pengadilan menghukum dia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kemasyarakatan selama 160 jam.

Pria yang berasal dari Belanda itu sebelumnya mengatakan kepada pihak berwenang Jerman bahwa dia berusia 17 tahun dan hidup sembarangan bersama ayahnya yang belakangan meninggal.

Dia -yang mengaku hanya ingat namanya sebagai Ray- juga mengatakan sudah menguburkan ayahnya di dalam hutan namun tidak bisa mengingat letak makamnya.

Ketika dia mendatangi balai kota Berlin pada pertengahan 2012 dengan pengakuan tersebut, media menjulukinya sebagai 'anak hutan' dan kemudian tinggal di sebuah losmen di Berlin selama sembilan bulan dengan mendapat uang saku 200 euro per bulan.

Akan tetapi teman-teman lamanya di Belanda mengenali dia lewat pemberitaan di berbagai media dan kebohongannya pun terungkap.

Pemerintah mengatakan van Helsum berhutang US$40.000 untuk biaya perawatannya namun juru bicara pengadilan mengatakan biaya yang dihabiskan pemerintah akan serupa jika dia mengaku terus terang sebagai pria dewasa yang tidak punya pekerjaan.

Berita terkait