Turki cabut larangan jilbab pegawai negeri

  • 8 Oktober 2013
Jilbab
Image caption Hakim, jaksa, polisi dan tentara tetap dilarang memakai jilbab.

Turki mencabut sebagian larangan penggunaan jilbab untuk perempuan, termasuk mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Namun larangan memakai jilbab masih tetap berlaku untuk tentara, polisi, hakim, dan jaksa.

Langkah pencabutan larangan yang telah diterapkan sekitar 10 tahun itu merupakan bagian dari reformasi yang dilakukan pemerintah.

Pemerintah Turki melakukan reformasi sebagai bagian dari upaya memperkuat upaya Turki mengajukan diri sebagai anggota Uni Eropa.

Dengan pencabutan larangan ini, pegawai negeri perempuan bisa menggunakan jilbab dan PNS pria boleh memelihara janggut.

Paket reformasi

Para pendukung Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan langkah itu merupakan upaya memulihkan kebebasan beragama di negara yang berpenduduk 98% Muslim.

Partai Keadilan dan Pembangunan, AKP, pimpinan Erdogan berjanji untuk mencabut larangan mengenakan jilbab di semua institusi pemerintah saat partai ini mulai berkuasa tahun 2002.

Larangan ini telah dicabut di universitas-universitas.

Pekan lalu Erdogan -yang dikritik karena dianggap berupaya menerapkan peraturan Islam- mengumumkan paket reformasi.

Namun partai oposisi utama Turki mengecam langkah itu sebagai pelanggaran rezim sekuler.

Berita terkait