Australia perpanjang bantuan untuk korban bom Bali

  • 9 Oktober 2013
Image caption Tonny Abbott, istri dan Gubernur Bali Mangku Pastika di depan tugu bom Bali.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott telah mengumumkan komitmen untuk memperpanjang pemberian kompensasi bagi warga Australia yang menjadi korban teroris di luar negeri, dalam sepuluh tahun terakhir.

Abbott juga mempersilakan warga Australia yang menjadi korban teror semenjak tahun 2001 untuk mendapat uang sebesar 75 ribu dolar, atau sekitar 750 juta Rupiah.

Pengumuman ini disampaikan Abbott ketika memberikan penghormatan di Tugu Peringatan Bom Bali 2002 di Kawasan Kuta, Bali,Rabu (09/10), yang menewaskan lebih dari dua ratus orang, termasuk delapan puluh delapan warga Australia.

Sedikitnya 300 orang warga Australia yang menjadi korban serangan teroris di New York, London, Mesir, Mumbai, Jakarta, Bali dan Nairobi.

Pengakuan

Anggaran yang disediakan Australia untuk skema kompensasi bagi warga Australia yang menjadi korban teroris ini bernilai sekitar 30 juta dolar.

Sementara, seorang warga Australia yang menjadi korban Bom Bali, Peter Hughes, yang wajahnya terdapat bekas luka, mengatakan pengumuman Abbott ini merupakan puncak kampanye mereka selama sebelas tahun.

Namun menurutnya," Ini bukan soal uang. Apa nilai uang sebesar 75 ribu dollar? Sama-sekali tidak cukup," kata Hughes seperti dikutip situs The Sydney Morning Herald.

"Ini hanyalah pengakuan terhadap apa yang terjadi sekian tahun lalu, apa yang terjadi pada 9/11... Ini hanya tentang pengakuan."

Berita terkait