AS akan bekukan sebagian bantuan militer untuk Mesir

  • 9 Oktober 2013
Militer Mesir
Image caption AS menilai sejumlah langkah Mesir tak sejalan dengan prinsip demokrasi.

Pemerintah Amerika Serikat akan membekukan sebagian bantuan bernilai US$1,3 miliar dollar untuk militer Mesir.

Pengiriman tank dan pesawat udara untuk sementara akan dihentikan, tapi bantuan untuk pemberantasan terorisme dan keamanan perbatasan akan tetap diteruskan.

Keputusan tersebut menurut rencana akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Peninjauan bantuan untuk Mesir ini dilakukan sejak Agustus lalu setelah aparat pemerintah membubarkan aksi pendukung Mohammed Morsi, yang digulingkan militer.

Dalam operasi pembubaran kamp pengunjuk rasa tersebut, lebih dari 500 orang tewas.

Pada hari Minggu (06/10) lebih 50 orang tewas dalam bentrok antara pendukung Morsi, lawan politik Morsi, dan aparat keamanan di beberapa kota.

Ribuan anggota Ikhwanul Muslimin -kelompok asal Morsi- ditahan dalam dua bulan terakhir.

Komitmen demokrasi

Beberapa tokor senior Ikhwanul Muslimin, termasuk Morsi dan pemimpin spiritual Mohammed Badie, ditahan dengan dakwaan antara lain memicu kekerasan dan pembunuhan.

Pemerintah Mesir menyebut langkah ini sebagai perjuangan melawan terorisme.

Dalam pidato di Majelis Umum PBB bulan lalu Presiden AS Barack Obama mengecam tindakan pemerintah dukungan militer di Mesir.

Obama mengatakan sejumlah langkah pemerintah di Mesir tidak sejalan dengan prinsip demokrasi yang inklusif.

Ia memperingatkan bahwa dukungan Amerika tergantung dengan keseriusan Mesir mewujudkan demokrasi.

Sebelum Morsi digulingkan militer Gedung Putih menganggarkan bantuan US$1,55 miliar untuk 2014, US$1,3 miliar di antaranya untuk militer dan US$250 juta untuk bantuan ekonomi.

Berita terkait