Kubu Republik tawarkan peningkatan pagu utang AS

  • 11 Oktober 2013
Image caption John Boehner mengatakan langkaih ini sebagai "itikad baik" untuk menyelesaikan masalah.

Partai Republik di DPR AS menawarkan Presiden Barack Obama sebuah kenaikan pagu utang jangka pendek untuk menghindari risiko gagal bayar.

Juru bicara DPR John Boehner mengatakan mereka melakukan ini sebagai pertukaran agar DPR bisa melanjutkan negosiasi bersama Gedung Putih, dengan harapan penutupan pemerintah yang dimulai pada tanggal 1 Oktober bisa berakhir.

Wakil kubu Republik bertemu dengan Obama dan menjanjikan akan melanjutkan perbincangan tersebut pada malam hari.

Pejabat pemerintah memperingatkan bahwa ada risiko gagal bayar terhadap utang-utang AS yang jatuh pada 17 Oktober mendatang jika pagu utang tidak dinaikan.

Boehner mengatakan kepada wartawan pada Kamis (10/10): "Apa yang ingin kami lakukan adalah menawarkan kepada Presiden hari ini, kemampuan untuk menaikan sementara perjanjian batas utang agar kita bersama dapat kembali berdiskusi jalan keluar untuk membuka kembali pemerintahan."

"Ini waktunya negosiasi dan pembahasan dimulai," katanya.

Seorang juru bicara untuk Boehner mengatakan penawaran kesepakatan tersebut tidak disertai penawaran kebijakan lain. Ini hanya tentang kenaikan pagu utang yang berlaku enam bulan, hingga 22 November.

"Kepala dingin"

Image caption Obama sempat memperingatkan kebuntuan di DPR bisa membuat AS mengalami gagal bayar atas utang-utangnya.

Menanggapi penawaran tersebut, juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan presiden bersyukur bahwa saat ini DPR tampaknya sudah memiliki "kepala dingin".

Namun dia melanjutkan: "Dia [Obama] tidak akan membayar 'tebusan' sebagai bayaran atas pekerjaan yang memang seharusnya dilakukan oleh kubu Republik di DPR."

Setelah pertemuan antara pemimpin Republik dan Obama pada Kamis (10/10), Gedung Putih mengatakan belum ada "keputusan spesifik yang disepakati."

Eric Cantor, salah seorang anggota DPR asal partai Republik mengatakan pertemuan tersebut "berguna" dan mengatakan kepada wartawan "pertemuan itu mengkarifikasi kedua kubu tentang posisi masing-masing".

"Hasil dari pertemuan ini adalah tim kami akan berbicara lebih lanjut malam ini," katanya. "Kami akan datang kembali [bertemu Obama] untuk diskusi lebih lanjut."

Berita terkait