Staf Palang Merah diculik di Suriah

Image caption Relawan Bulan Sabit Merah membantu evakuasi 1.500 orang dari pinggran Damaskus akhir pekan ini

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan kelompok bersenjata telah menculik enam pekerja mereka dan satu relawan Bulan Sabit Merah di sebelah barat laut Suriah.

Sebuah konvoi kendaraan yang berisi enam staf ICRC dan satu relawan Bulan Sabit Arab Suriah dicegat oleh kelompok bersenjata yang tidak bisa diidentifikasi di dekat kota Saraqeb di provinsi Idlib, kata juru bicara ICRC Rima Kamal kepada BBC.

"Kami meminta mereka segera membebaskan tujuh rekan kami yang diculik pagi ini, yang bekerja tanpa lelah menyediakan bantuan untuk orang-orang paling membutuhkan di Suriah. Insiden seperti ini, sayangnya, akan mengurangi kapasitas kami untuk membantu mereka yang membutuhkan," katanya.

ICRC enggan mengungkap identitas dan asal negara para staf yang diculik tersebut, tetapi tampaknya para staf berasal dari Suriah dan luar negeri. Mereka kebanyakan adalah ahli medis.

Belum ada kontak antara lembaga donor ini dengan pihak penculik, lanjut Rima Kamal.

"Ditembaki"

Image caption Konvoi dicegat di dekat kota Sarageb, provinsi Idlib.

Sebelumnya, media milik pemerintah Suriah mengatakan kelompok bersenjata ini sempat melepaskan tembakan kepada staf Palang Merah di jalan antara Sarmin dan Saraqeb.

Namun pihak ICRC tidak mengkonfirmasi apakah betul ada tembakan, tetapi yang jelas kendaraan mereka juga ikut hilang dalam aksi penculikan itu.

Juru bicara ICRC yang lain, Simon Schorno, mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan terjadi pada Minggu (13/10) ketika tim itu hendak kembali ke Damaskus.

Dia mengatakan para staf ini telah berada di lapangan sejak 10 Oktober untuk menilai kondisi medis dan memberikan bantuan di sebuah daerah yang mereka deskripsikan sebagai "tempat yang sulit unduk dimasuki."

Belum ada kejelasan siapa yang melakukan penculikan, tetapi televisi milik negara Suriah menyebut mereka adalah "teroris bersenjata", ungkapan yang sering dikaitkan dengan kelompok anti-pemerintah.

Penculikan, terutama terhadap wartawan dan staf lembaga donor, meningkat di bagian utara yang kebanyakan telah dikuasai oleh pihak pemberontak.

Pada Agustus, ICRC mengatakan relawan Bulan Sabit Merah Arab Suriah yang tewas sejak konfik dimulai meningkat menjadi 22 orang.

Berita terkait