India selidiki alkohol beracun setelah 42 orang meninggal

  • 21 Oktober 2013
Korban minuman alkohol di India
Image caption Polisi mengatakan minuman alkohol beracun dicampur dengan pestisida.

Para pejabat India mulai melakukan penyelidikan setelah paling tidak 42 orang meninggal setelah menenggak alkohol beracun di Uttar Pradesh.

Puluhan orang dirawat di rumah sakit dan para pejabat mengatakan mereka memperkirakan jumlah korban meninggal akan meningkat.

Polisi mengatakan mereka menggrebek sejumlah tempat dan menahan 12 orang.

Mereka mengatakan minuman alkohol itu dicampur dengan bahan kimia sehingga menjadi beracun.

Kematian karena minuman alkohol yang terkontaminasi sering terjadi di India.

Minuman alkohol buatan yang disebut desi daroo di India biasanya hanya sekitar 10 rupee (Rp2.000) dan mayoritas konsumen adalah warga kurang mampu.

Dikremasi keluarga

Image caption Polisi mengatakan keluarga mengkremasi korban tanpa pemberitahuan.

Bahan kimia dan pestisida sering dicampur ke alkohol untuk meningkatkan rasa dan dapat menyebabkan kejang, muntah-muntah dan kematian.

Penduduk di delapan desa di kawasan Mubarakpur di Azamgarh menenggak minuman alkohol ilegal ini Jumat (18/10) lalu dan setelah itu jatuh sakit, kata polisi.

"Paling tidak 42 orang meninggal di rumah sakit namun kami perkirakan jumlah korban akan meningkat karena banyak jenazah yang dikremasi keluarga tanpa memberitahu polisi atau petugas medis," kata petugas medis di Azamgarh, BB Singh, kepada BBC.

Image caption Polisi menggrebek sejumlah tempat dan menahan 12 orang.

Sejumlah korban ada yang buta setelah menenggak campuran minuman beracun itu, kata para pejabat.

Enam polisi dan lima pejabat dari dinas bea cukai dipecat dari pemerintah negara bagian karena diduga terlibat.

Image caption Puluhan orang dirawat di rumat sakit setelah menenggak campuran minuman beracun.

Dalam kasus keracuan alkohol Desember 2011, sekitar 169 orang meninggal di Benggala Barat, sementara 109 orang meninggal di Gujarat Juli 2009.

Hampir 200 orang meninggal di Orissa tahun 1992 setelah menenggak alkhohol yang dicampur methyl dan ethyl.

Gujarat telah meloloskan undang-undang yang melarang penjualan dan pembuatan alkohol beracun.

Hukuman maksimal mereka yang terlibat adalah hukuman mati.

Pemerintah daerah Gujarat mengatakan undang-undang itu dimaksudkan sebagai efek jera bagi yang terlibat dalam perdagangan ilegal.

Selain Gujarat, negara bagian lain yang melarang minuman beralkohol adalah Mizoram dan Nagaland.

Berita terkait