Remaja Bahrain terkena bom sendiri

  • 23 Oktober 2013
Demonstrasi masih terjadi di Bahrain
Image caption Demonstrasi kelompok Syiah menentang monarki Sunni masih terjadi di desa-desa.

Seorang remaja berusia 17 tahun tewas akibat bom yang dibawa sendiri sebagai persiapan untuk melakukan serangan, menurut kantor berita resmi Bahrain.

Ledakan itu terjadi Selasa (22/10) malam di desa Syiah Bani Jamra, sekitar 10 kilometer di barat ibukota Manama.

Polisi mengatakan mereka menemukan senjata dan amunisi di dekat jenazah remaja itu.

Sejumlah aksi unjuk rasa besar terjadi di Bahrain dan anggota kelompok mayoritas Syiah menyerukan untuk menggulingkan monarki Sunni.

Seorang juru bicara polisi Bahrain mengatakan, "Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa bom itu meledak saat orang yang bersangkutan membawanya untuk menaruh di lokasi lain."

Ia mengatakan anak muda itu "tengah diburu dengan dakwaan kriminal".

Unjuk rasa masih terjadi

"Bom, senjata, dan amunisi ditemukan di samping jenazah. Pengumpulan bahan bukti masih terus berlangsung," tambah polisi.

Pemberontakan kelompok Syiah untuk menggulingkan monarki diredam bulan Maret 2011.

Namun beberapa serangan bom buatan masih terjadi di seputar negara kerajaan itu.

Kelompok Syiah masih melakukan demonstrasi di desa-desa di luar ibukota Manama dan sering bentrok dengan polisi.

Organinisasi hak asasi International Federation for Human Rights mengatakan paling tidak 89 orang tewas sejak unjuk rasa dimulai dua tahun lalu.

Berita terkait