Pakistan dan AS akan membahas pesawat tanpa awak

  • 23 Oktober 2013
Nawz Sharif
Pakistan ingin mendapat jaminan AS agar serangan pesawat tanpa awak dihentikan.

Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, akan bertemu dengan Presiden Barack Obama di Washington antara lain membahas serangan pesawat tanpa awak.

Pakistan menginginkan ada jaminan agar serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat -yang sering menyebabkan jatuhnya korban sipil- segera dihentikan.

Namun para wartawan melaporkan kecil kemungkinan akan dicapai terobosan dalam masalah tersebut.

Pemerintah Washington kecil kemungkinan akan memberi jaminan terkait dengan program pesawat tanpa awak yang dirahasiakan tersebut.

Hubungan Pakistan dan AS memburuk dua tahun lalu. setelah pasukan khusus AS menyerbu rumah Osama bin Laden dan di Pakistan timur laut dan membunuhnya.

Rencana serangan tersebut tidak diberitahu kepada pemerintah Pakistan, yang marah karena operasi militer itu sama seperti dengan memasuki wilayah sebuah negara tanpa izin.

Akhir tahun itu juga 24 pasukan Pakistan tewas akibat serangan udara AS di kawasan perbatasan, yang semakin memperburuk hubungan keduanya.

Gangguan besar

Walau diharapkan tidak ada terobosan yang dicapai dari pertemuan puncak kedua negara, fakta bahwa Nawaz Sharif duduk bersama dengan Barack Obama di Washington, Rabu 23 Oktober, dilihat berbagai pihak sebagai sebuah langkah maju.

PM Nawaz Sharif sudah menegaskan bahwa serangan pesawat tanpa awak amat mengganggu rakyat Pakistan dan ingin agar serangan itu diakhiri.

"Penggunaan pesawat tanpa awak bukan hanya melanggar integritas wilayah kami tapi juga menghambat upaya kami untuk membasmi terorisme di negara kami," tuturnya Selasa (22/10).

Dia menambahkan bahwa masalah itu menjadi gangguan besar dalam hubungan Pakistan dengan AS.

Selain pesawat tanpa awak, masalah lain yang akan dibahas kedua pemimpin adalah peran Pakistan dalam meredakan kekerasan di Afghanistan menjelang dan setelah mundurnya pasukan AS tahun depan.

Serangan pesawat tanpa awak AS juga dikecam oleh Amnesty International dan Human Right Watch karena menyebabkan jatuhnya korban jiwa penduduk sipil.

Sebelumnya PBB mendesak Washington agar menyerahkan data tentang serangan pesawat tanpa awak dan jumlah korban sipil.

Berita terkait