Seruan kedua untuk pembebasan wartawan Cina

New Express
Image caption The New Express untuk kedua kalinya menerbitkan seruan di halaman depan.

Seruan sebuah surat kabar Cina di halaman depan untuk pembebasan seorang wartawannya digemakan oleh badan pengatur penerbitan.

Asosiasi Umum Pers dan Penerbitan, GAPP, ikut mengungkapkan kekhawatiran atas penahanan wartawan The New Express, Chen Yongzhou.

"GAPP dengan tegas mendukung media untuk melakukan wawancara dan melaporkan peristiwa serta melindungi hak-hak umum dan hukum wartawan untuk melakukan wawancara" seperi dilaporkan jurnal Pers dan Penerbitan Cina.

Asosiasi tersebut juga mengatakan mengikuti masalah ini dengan seksama.

Pernyataan GAPP ini -yang jarang terjadi di Cina- bersamaan dengan The New Express yang kembali menerbitkan seruan di halaman depan untuk pembebasan Chen, yang ditahan polisi terkait dengan berita yang ditulisnya.

Langkah berani

Jika seruan pertama di halaman depan dengan huruf besar menggunakan judul Mohon Bebaskan Dia maka pada seruan kedua -yang juga diterbitkan di halaman depan- tertulis Lagi, Mohon Bebaskan Dia.

Langkah The New Expres terbitan Gangzhou, Cina selatan ini, tergolong amat berani mengingat pers di Cina menghadapi kendali yang ketat dari pemerintah.

Chen Yongzhou ditahan polisi karena laporan tentang perusahaan Zoomlion yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah daerah Hunan.

Dia menurunkan serangkaian berita yang menduga Zoomlion melakukan perhitungan tidak tepat tentang penjualannya dan menyebabkan saham perusahaan anjlok.

Zoomlion membantah tuduhan itu dengan mengatakan berita itu tidak berdasar dan melaporkannya ke polisi, yang menahan Chen dengan dugaan "merusak reputasi bisnis".

Guangchou merupakan surat kabar yang terkenal di kawasan Guangzhou karena sering menurunkan berita invesitgatif.

Berita terkait