Puluhan anggota Boko Haram di Nigeria tewas

  • 25 Oktober 2013
Nigeria
Image caption Operasi militer ditingkatkan di tiga negara bagian yang beradala dalam keadaan darurat.

Nigeria mengatakan militer menewaskan 74 anggota kelompok militan Boko Haram dalam sebuah operasi di negara bagian Borno.

Operasi dilancarkan atas kamp militan di kampung Galangi dan Lawant di negara bagian Borno, yang selama ini sering menjadi sasaran kekerasan militan Islam tersebut.

Laporan-laporan menyebutkan suara tembak menembak terdengar sampai ke ibukota negara bagian, Maiduguri, selama lebih dari delapan jam.

"Operasi yang melibatkan pasukan darat dan serangan udara yang didukung Angkata Udara Nigeria diarahkan untuk menghancurkan kamp teroris yang diidentifikasi, menewaskan 74 teroris dan sejumlah lainnya cedera," tutur Letnan Kolonel Mohammed Dole, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Sebelumnya, Senin (21/10), militer menewaskan 37 anggota Boko Haram dalam operasi atas kamp militan di kawasan lain di Borno.

Bulan Mei, Presiden Goodluck Jonathan menyatakan tiga negara bagian di Nigeria dalam keadaan darurat karena rangkaian kekerasan Boko Haram, yaitu Adamawa, Borno, dan Yobe.

Peningkatan operasi

Bersamaan dengan keadaan darurat, militer juga melancarkan operasi khusus memburu para anggota Boko Haram.

Image caption Kelompok militan Boko Haram memperjuangkan berdirinya negara Islam di Nigeria.

Namun bulan lalu, Presiden Jonathan memerintahkan militer untuk meningkatkan lagi operasi atas Boko Haram karena serangkaian serangan kekerasan yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk puluhan pelajar.

Akhir September, militan Boko Haram menyerang sebuah asrama universitas di negara bagian Yobe dan menewaskan sekitar 50 mahasiswa.

Boko Haram dituduh bertanggung jawab atas sebagian besar kekerasan yang sudah menewaskan sekitar 2.000 orang sejak tahun 2010.

Kelompok militan Islam -yang dalam bahasa setempat Hausa berarti pendidikan Barat dilarang- ini berjuang untuk menggulingkan pemerintahan dan membentuk sebuah negara Islam.

Berita terkait