Jerman ingin bicara langsung dengan Edward Snowden

Snowden, Strobele
Image caption Snowden bertemu dengan Strobele hari Kamis (31/10) di Moskow.

Pemerintah Jerman mengatakan ingin mendengar langsung dari analis intelijen Amerika Edward Snowden tentang aktifitas mata-mata Washington.

"Bila pesannya adalah Snowden ingin memberikan informasi kepada kami, maka kami dengan senang menerimanya," kata Menteri Dalam Negeri Jeman, Hans-Peter Friedrich.

Kuasa hukum Snowden -yang saat ini berada di Rusia- mengatakan bila ada pertemuan maka akan berlangsung di Moskow bukan Jerman.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan di sejumlah kasus, aktifitas mata-mata Washington terlalu jauh.

Ia mengatakan akan bekerja sama dengan Presiden Obama untuk mencegah tindakan tidak layak oleh badan keamanan, National Security Agency, NSA.

Snowden, 30 tahun, melarikan diri ke Rusia Juni lalu setelah membocorkan kegiatan mata-mata Amerika melalui telepon dan internet.

Ia mendapatkan suaka sementara yang memungkinkannya untuk tinggal di Rusia sampai Juli 2014.

Indonesia protes

Seorang anggota parlemen Jerman dari Partai Hijau, Hans Christian Strobele, bertemu dengan Snowden hari Kamis (31/10) dan mengungkapkan bahwa mantan analis intelijen itu siap bertemu dengan pemerintah Jerman terkait dengan mata-mata yang dilakukan NSA.

Sejumlah laporan di Jerman mengungkapkan ponsel Kanselir Angela Merkel disadap oleh mata-mata Amerika selama bertahun-tahun.

Masalah ini membayangi pertemuan puncak Uni Eropa.

Snowden menyatakan kesiapannya bertemu pemerintah Jerman lewat sebuah surat, kata Strobele dalam jumpa pers di Berlin hari Jumat (01/11).

Skala aktifitas mata-mata AS memicu kemarahan dunia.

Sejumlah negara Asia juga melakukan protes atas klaim bahwa Australia terlibat dalam jaringan mata-mata yang dilakukan Amerika.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan laporan yang menyebutkan bahwa NSA menggunakan kedutaan Australia di Jakarta untuk memata-matai negara Asia menunjukkan "pelanggaran serius" peraturan diplomatik.

Sementara Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan menanggapi serius tuduhan itu.

Berita terkait