Konferensi perdamaian Suriah ditunda

  • 6 November 2013
Lakhdar Brahimi
Image caption Lakhdar Brahimi mengatakan sekjen PBB "tidak sabar" ingin menggelar konferensi

Utusan PBB-Liga Arab untuk Suriah mengatakan konferensi perdamaian yang diharapkan akan digelar di Genewa bulan ini ditunda, tetapi dia masih "berupaya keras" agar pertemuan dilakukan pada akhir tahun ini.

Lakhdar Brahimi mengatakan - sehari setelah pertemuan dengan diplomat senior - bahwa dia tak bisa mengumumkan tanggalnya.

Upaya untuk menggelar pertemuan telah berlangsung selama beberapa bulan di tengah perbedaan pendapat mengenai siapa yang hadir dan agenda yang dibahas.

Brahimi mengatakan dia berharap dapat bertemu dengan diplomat AS dan Rusia kembali pada 25 November.

"Kami berharap bahwa kita dalam posisi untuk mengumumkan tanggalnya hari ini, sayangnya kami tidak dapat," kata dia kepada wartawan.

"Tetapi kami sering berharap bahwa kami dapat menggelar pertemuan sebelum akhir tahun."

Jutaan pengungsi

Image caption PBB sebutkan 6.000 orang tinggalkan Suriah setiap hari.

Utusan PBB Liga Arab menambahkan "tidak ada peristiwa dramatis" yang terjadi pada pembicaraan Selasa lalu dan kegagalan untuk menyepakati tanggal pertemuan sudah diperkirakan beberapa pekan lalu.

Brahimi bertemu dengan pihak kementrian luar negeri AS Wendy Sherman dan wakil menteri luar negeri Rusia Mikhail Bogdanov dan Gennady Gatilov, kemudian juga bertemu dengan anggota permanen Dewan Keamana PBB - Inggris, Prancis dan Cina - dan juga negara tetangga Suriah, Lebanon, Irak, Yordania dan Turki.

Ide untuk menggelar konferensi pertama kali diperdebatkan pada Mei, dan September lalu Sekjen PBB Ban Ki-moon mengumumkan tanggal tentatif yaitu pertengahan November setelah Dewan Keamanan meloloskan resolusi senjata kimia Suriah.

Brahimi mengatakan Ban "tidak sabar" untuk menggelar konferensi, dan mengatakan situasi semakin memburuk dengan 6.000 orang meninggalkan Suriah setiap hari.

Lembaga bantuan telah memperingatkan lebih dari sembilan juta orang Suriah, atau setengah dari populasinya, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Berita terkait