Mantan tahanan Guantanamo mengajukan banding

David Hicks
Image caption David Hicks (kiri) bersama pengacara mengumumkan bandinngnya di Sydney.

Seorang pria Australia yang ditahan di Teluk Guantanamo selama lima tahun sebelum mengakui dakwaan terorisme mengajukan banding atas vonisnya.

David Hicks akhirnya mengakui bersalah memberikan dukungan materiil untuk kegiatan terorisme pada tahun 2007 dengan imbalan dia dipulangkan ke Australia dan belakangan dibebaskan.

Lewat tim pengacara di Amerika Serikat, Hicks mengajukan banding untuk mengubah keputusan bersalah itu.

Mereka mengajukan alasan bahwa keputusan dalam kasus lain yang serupa juga harus diterapkan kepada Hicks.

Selain itu tim pengacara juga menegaskan bahwa vonis bersalah sebagai salah satu cara baginya untuk mendapat kebebasan.

Yang dimaksud oleh tim pengacara itu adalah keputusan untuk mantan sopir dan pengawal Osama Bin Laden, Salim Hamdan.

Pengadilan banding tahun lalu memutuskan bahwa memberi dukungan materi tidak diakui sebagai kejahatan perang ketika Hamdan berada di Afghanistan.

Tidak punya pilihan

Hamdan dan Hicks sama-sama dituntut dengan undang-undang tahun 2006 yang diberlakukan mundur, yang belakangan diputuskan pengadilan tidak bisa diberlakukan.

"Bertahun-tahun setelah Hicks dinyatakan bersalah dan menjalani hukumannya, pengadilan federal menyimpulkan bahwa proses yang membuat dia bersalah tidak sesuai hukum," tutur Wells Dixon dari Pusat Hak-hak Konstitusi yang mewakili Hicks.

Dia kembali menegaskan bahwa Hicks akhirnya mengaku bersalah sebagai satu-satunya pilihan.

"Dia sama sekali tidak punya pilihan dalam situasi itu. Apakah mengaku bersalah atau mengikuti rencananya untuk bunuh diri."

Pengajuan banding diajukan Selasa (05/11) waktu Amerika Serikat ke Komisi Pengkajian Pengadilan Militer AS.

David Hicks -yang pindah agama ke Islam dan belakangan meninggalkan agama itu- ditangkap ketika bersama Taliban di Afghanistan tahun 2001.

Berita terkait