Ledakan di Somalia tewaskan enam orang

ledakan di somalia
Image caption Somalia disibukkan dengan perang menghadapi kelompok al-Shabab.

Setidaknya enam orang tewas setelah sebuah serangan yang dicurigai sebagai aksi ledakan bom bunuh diri di Mogadishu, Somalia.

Menteri Dalam Negeri, Abdikarim Hussein Guled mengatakan kepada BBC bahwa 15 orang lainnya mengalami luka akibat ledakan yang terjadi pada mobil yang diletakan di luar Hotel Maka.

Lokasi Hotel Maka terletak di jalan utama yang oleh petugas keamanan dianggap sebagai daerah aman.

Kelompok militan Islam, al-Shabab yang menjadi musuh pemerintah telah berhasil diusir keluar dari kota itu sejak dua tahun lalu namun sejumlah serangan kerap terjadi di kota itu.

Wartawan BBC, Ibrahim Mohamed Adan di Mogadishu mengatakan ledakan keras terdengar dari pusat pemerintah yang ada di kota itu beberapa saat sebelum waktu menunjukan pukul 20.00 waktu setempat atau sekitar pukul 02.00 WIB.

Lokasi Hotel Maka terletak di jalan yang menghubungkan antara Istana Presiden dengan Bandar Udara dan penjagaan di kawasan ini sangat ketat.

Pelaku serangan

Wartawan BBC melaporkan saksi mata yang berada dekat dengan lokasi mengatakan mereka bisa melihat sisa mobil yang terbakar di luar hotel.

Pejabat Senior Kepolisian, Farah Aden kepada kantor berita Reuters mengatakan empat anggota polisi termasuk di antara enam korban yang tewas.

Saksi mata lainnya kepada BBC menceritakan dalam peristiwa itu ada dua ledakan yang terjadi pada peristiwa tersebut, menurutnya bom mobil meledak setelah sebuah pemicu yang ditempatkan pada laptop meledak di ruang penerimaan tamu hotel Maka.

Belum ada laporan tentang siapa pelaku yang bertanggung jawab dalam aksi serangan ini.

Namun Pemerintah Somalia sampai saat ini masih memerangi kelompok al-Shabab yang merupakan bagian dari jaringan kelompok al-Qaeda.

Pemerintah Somalia berupaya mengendalikan negara itu meskipun di sejumlah wilayah pinggiran khususnya di wilayah selatan masih dikuasai oleh al-Shabab.

Pada bulan September, kelompok al-Shabab mengaku bertanggung jawab terhadap serangan yang menyasar pusat perbelanjaan Westgate di Nairobi, Kenya yang menewaskan 67 orang.

Berita terkait