Pemerintah Venezuela sita toko elektronik

Venezuela
Image caption Para warga ingin mendapatkan produk elektronik yang lebih murah.

Ribuan warga Venezuela antri di toko elektronik berjaringan, Daka, yang disita oleh negara sesuai keputusan Presiden Nicolas Maduro.

Mereka mengharapkan akan bisa mendapatkan potongan harga untuk produk elektronik menjelang Natal.

Presiden Maduro menuduh Daka menetapkan harga yang berlebihan untuk produk-produk yang djualnya dan setelah disita akan menjual dengan harga wajar.

Dalam pidatonya, dia berjanji untuk menjual pasokan yang dimiliki Daka, baik itu TV plasma, mesin cuci, maupun produk elektronik lainnya.

"Kita melakukan ini untuk kebaikan bangsa. Kosongkan penyimpanan, kosongkan gudang," tegasnya.

Setelah pengumuman tersebut, warga Venezuela langsung mendatangi Daka untuk membeli barang-barang dengan harga sekitar seperempat dari yang ditetapkan sebelumnya.

Presiden juga mengumumkan bahwa toko elektronik lain, JVG, di sebelah timur ibukota Karakas, juga disita oleh negara.

Nilai tukar dolar

Menurut Maduro, pengawas pemerintah menemukan ada produk di Daka yang harganya ditinggikan sampai 1.000%.

Salah satu mesin penyejuk ruangan AC, misalnya, disebutkan mencapai 36.000 bolivars atau sekitar Rp57 juta padahal di toko milik negara harganya cuma 7.000 bolivars.

Image caption Harga barang-barang di Venezuela biasanya meningkat menjelang Natal.

Pihak manajemen Daka tidak memberikan komentar atas tuduhan pemerintah itu.

Wartawan BBC di Caracas, Irene Saelli, melaporkan biasanya amat susah mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan di toko milik negara dan jika memang ada maka akan amat cepat laku.

Ditambahkan bahwa toko milik negara menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat dengan kurs resmi untuk membeli produk impor namun pengusaha swasta harus mendapatkan dolar dari pasar gelap yang kursnya bisa tujuh kali lebih tinggi sehingga biaya membeli produk impor menjadi jauh lebih tinggi pula.

Kubu oposisi mengatakan langkah Maduro ini akan semakin meningkatkan tingkat inflasi, yang saat ini diperkirakan sudah mencapai 54%.

Menjelang Natal, biasanya harga-harga di Venezuela meningkat pula dan pemerintah sudah menuduh para pengusaha kaya sengaja menahan cadangan produk untuk menaikkan harga.

Berita terkait