Presiden Filipina umumkan negara dalam keadaan bencana

Korban topan
Image caption Korban selamat di Tacloban mengaku sangat lapar dan haus.

Presiden Filipina Benigno Aquino menyatakan negara dalam keadaan bencana nasional sebagai tanggapan atas kerusakan akibat Topan Haiyan.

Pernyataan keadaan bencana nasional itu dimaksudkan untuk mempercepat bantuan bagi korban selamat dan untuk mengontrol harga kebutuhan pokok.

"Selama hari-hari mendatang, percayalah bantuan akan sampai ke Anda lebih cepat dan lebih cepat lagi," kata Benigno Aquino dalam pidato televisi pada Senin (11/11).

"Seruan saya kepada Anda semua: tetap tenang, berdoa, bekerja sama dan saling membantu adalah hal-hal yang dapat membantu kita bangkit dari malapetaka ini," tambah presiden.

Topan Haiyan yang tercatat sebagai salah satu topan paling dahsyat yang ada selama ini telah menewaskan ribuan orang di satu kota saja, Tacloban di pulau Leyte.

Banyak kota hingga kini belum bisa dijangkau sehingga belum diketahui skala kerusakan dan jumlah korban pasti.

Mayat di pinggir jalan

Image caption Skala kerusakan di Tacloban luar biasa besar, hampir seluruh bangunan rata dengan tanah.
Image caption Seorang warga di Tabogon, Provinsi Cebu berada di depan rumahnya yang hancur.

Wartawan BBC di Tacloban Jon Donnison melaporkan bahwa kerusakan di sana sangat besar, gedung-gedung runtuh dan hampir tidak ada bangunan yang masih berdiri.

"Warga mengatakan kota ini dihantam gulungan ombak ketika topan menerjang Jumat lalu. Deretan jenazah membusuk," lapor Donnison.

Menurutnya, mayat-mayat bergelimpangan di pinggir jalan ketika ia berkendara dari bandar udara ke kota.

"Mayat-mayat itu berada di sana selama tiga hari terakhir dan tidak ada satu orang pun untuk menguburkan jenazah," jelasnya.

Korban selamat sangat membutuhkan makanan, air minum dan tempat berlindung. Pihak berwenang mendirikan rumah sakit di bandar udara Tacloban.

"Kami melihat dua perempuan muda melahirkan di antara reruntuhan," tutur Donnison.

Operasi penyaluran bantuan internasional skala besar sedang dilakukan, tetapi para petugas kesulitan mencapai sebagian kota dan desa yang terputus akibat topan.

Berita terkait