Mesir 'tak akan stabil' sebelum kekuasaan dikembalikan

Mohammed Morsi
Image caption Mohammed Morsi ketika tiba di pengadilan untuk mengikuti sidang pekan lalu.

Presiden Mesir yang digulingkan, Mohammed Morsi, memperingatkan bahwa negara itu tidak bisa stabil sebelum kekuasaan dikembalikan kepadanya.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh tim pengacara yang menemui Morsi di penjara, dia mendektekan "pesan untuk rakyat Mesir".

Dia menegaskan Mesir tidak akan mencapai kestabilan sampai "kudeta militer dihilangkan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pertumpuhan darah dimintai pertanggungjawaban".

"Kudeta mulai berantakan dan akan runtuh menghadapi ketabahan rakyat Mesir," kata pengacara Morsi pada Rabu (13/11).

Mohammed Morsi lebih lanjut mengatakan dia telah diculik dan ditahan secara paksa sejak militer menggulingkannya Juli lalu.

Dia juga mengecam pengadilan yang mengadilinya dalam kasus menyulut pembunuhan dan kekerasan.

Dia menuduh Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Abdul Fattah al-Sisi melakukan "pengkhiatan kepada Tuhan" dan "pengkhianatan kepada seluruh bangsa dengan cara memecah rakyat Mesir".

Legitimasi

Jenderal Fattah al-Sisi adalah sosok yang mengumumkan pelengseran presiden menyusul potes massal kubu oposisi.

Dia menolak menunjukk nama-nama pengacara yang membelanya di persidangan.

Salah seorang pengacara Ikhwanul Muslimin Mohammed al-Damati mengatakan Morsi masih menolak diwakili kuasa hukum di pengadilan dengan alasan sidang tidak sah.

"Ketika kita membahas masalah penunjukkan pengacara untuk membelanya, dia mengatakan masih terlalu dini untuk dibicarakan karena ia memegang teguh legitimasinya," kata Mohammed al-Damati.

Sidang ditunda hingga tanggal 8 Januari setelah sempat dibuka pekan lalu.

Morsi adalah salah seorang dari ribuan anggota Ikhwanul Muslimin yang ditahan selama empat bulan terakhir oleh pemerintah sementara dalam upaya yang disebut sebagai perjuangan melawan "terorisme".

Berita terkait