Serbu gudang, delapan warga korban topan tewas

Korban topan
Image caption Warga mengantre lama untuk mendapatkan jatah beras di gudang Tacloban.

Delapan orang tewas di Filipina ketika para korban selamat topan Haiyan berusaha menyerbu gudang beras untuk mencari makanan.

Juru bicara Badan Pangan Nasional Rex Estoperez hari Rabu (13/11) mengatakan kedelapan orang tersebut tertimpa tembok gudang yang runtuh ketika ribuan warga menyerbu gudang beras di Alangalang, Provinsi Leyte.

Ribuan orang tersebut membobol gudang dan menjarah sekitar 100.000 sak beras. Alangalang terletak tidak jauh dari Tacloban, kota yang hancur diterjang topan Haiyan Jumat lalu (08/11).

Peristiwa tersebut mencerminkan betapa buruk kondisi yang dialami korban selamat.

Seorang anggota Kongres dari Tacloban, Martin Romualdez, memperingatkan bahwa warga semakin nekat.

Ia mengatakan kecepatan kerja harus ditingkatkan di tingkat nasional ketika organisasi-organissai bantuan masuk.

Penyaluran bantuan terganggu

"Dan diperlukan koordinasi lebih baik karena banyak bantuan, obat-obatan, peralatan berdatangan tetapi tidak sampai ke tangan warga yang memerlukan," kata Martin Romualdez kepada BBC.

Hal ini, lanjutnya menimbulkan rasa putus harapan dan kenekatan di antara banyak korban selamat yang sekarang rela meninggalkan rumah dan desa mereka guna menyelamatkan diri.

Ia menambahkan gangguan ketertiban dan keamanan menghambat penyaluran bantuan.

Romualdez menggambarkan kawasan di sekitar kota Tacloban seperti kawasan yang telah mengalami serangan bom nuklir. Kawasan itu harus dibangun lagi dari awal.

Sebelumnya Presiden Filipina, Benigno Aquino, mengatakan korban tewas akibat topan Haiyan mungkin lebih rendah dari yang diperkirakan sejauh ini.

Menurut presiden, jumlah korban tewas 10.000 jiwa tewas "terlalu tinggi" dan angka kematian diperkirakan sekitar 2.500.

Berita terkait