Sandera Prancis lari dari militan Nigeria

  • 18 November 2013
Francis Collomp
Image caption Francis Collomp diculik Desember tahun lalu oleh kelompok yang terkait dengan Boko Haram.

Seorang sandera asal Prancis yang diculik militan Islam di Nigeria utara selama hampir setahun bebas setelah melarikan diri saat sedang terjadi tembak menembak.

Presiden Prancis, Francois Hollande, mengucapkan terima kasih kepada pihak berwenang yang membantu pembebasan Francis Collomp, 63 tahun, di kota Zaria.

Dia disebutkan berhasil melarikan diri ketika terjadi tembak menembak antara tentara dan kelompok militan.

Francis Collomp diculik pada 19 Desember tahun lalu oleh pria bersenjata yang menyerang rumah milik perusahaan tempat dia bekerja, Vergnet, di negara bagian Katsina.

Berita ini muncul setelah bebasnya empat sandera Prancis di negara tetangga Niger. Para sandera itu disandera oleh kelompok bersenjata yang memiliki kaitan dengan al-Qaeda.

Laporan-laporan mengatakan sedikitnya US$27 juta atau sekitar Rp270 miliar dibayar untuk uang tebusan keempat sandera. Pemerntah Prancis membantah ada uang negara yang digunakan untuk pembebasan tersebut.

Kelompok Ansaru, yang memiliki kaitan dengan gerakan militan Boko Haram, mengaku yang menculik Collomp.

Satu sumber diplomatik mengatakan Collomp dalam keadaan yang amat lemah dan kehilangan berat badan namun sama sekali tidak terluka.

Hingga saat ini -menirut Presiden Hollande, masih ada tujuh warga negara Prancis masih disandera di Suriah, Mali, dan Nigeria

Berita terkait