Bentrok di Mesir, polisi lepaskan gas air mata

  • 19 November 2013
Demonstrasi menentang militer
Pengunjuk rasa antimiliter Mesir menggelar aksi di Kairo.

Polisi Mesir mengeluarkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di tengah bentrokan antara pendukung dan penentang militer.

Peristiwa hari ini (19/11) terjadi bertepatan dengan peringatan dua tahun konfrontasi besar antara pasukan keamanan dan demonstran yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Pertempuran itu disebut dengan pertempuran Mohammed Mahmoud karena berada di jalan dengan nama tersebut. Pertempuran pecah ketika militer berusaha mengosongkan Lapangan Tahrir dari keluarga-keluarga yang tewas dalam revolusi.

Hari ini kubu pendukung dan penentang memenuhi Jalan Mohammed Mahmoud untuk mengenang mereka yang tewas.

Pemerintah telah membangun tugu peringatah di Lapangan Tahrir, Kairo, tetapi pemrotes yang menentang militer berusaha merusak tugu, antara lain dengan menyemprotkan cat merah pada tugu.

Mereka meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah dan Ikhwanul Muslimin.

Kepala Pelayanan Ambulans Nasional Ahmad al-Ansari mengatakan 12 orang sejauh ini mengalami luka-luka, tiga di antaranya mengalami luka-luka dalam bentrokan di Lapangan Tahrir.

Mesir mengalami ketidakstabilan politik sejak Hosni Mubarak digulingkan menyusul demonstrasi massal menuntut reformasi. Presiden yang menggantikannya pada 2012, Mohamed Morsi, digulingkan oleh militer Juli tahun ini.

Ia adalah pemimpin veteran Ikhwanul Muslimin yang memenangi pemilihan presiden demokratis pertama di Mesir.

Berita terkait