Demonstran Thailand tuntut PM mundur

Pengunjuk rasa
Image caption Demonstran antipemerintah membunyikan pluit selama aksi di Bangkok.

Pengunjuk rasa antipemerintah memaksa masuk ke kementerian keuangan sebagai bagian dari unjuk rasa menuntut mundurnya Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Para demonstran yang memulai aksi hari Minggu (24/11) melakukan pawai ke sejumlah lokasi di ibukota Bangkok.

Unjuk rasa itu dipicu disepakatinya rancangan undang-undang berisi pemberian amnesti.

Pihak oposisi mengatakan melalui rancangan undang-undang itu mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra - kakak PM Yingluck- akan kembali ke Thailand tanpa menjalani hukuman penjara.

RUU itu tidak diloloskan Senat Thailand namun masih ada peluang untuk diajukan ke raja.

Namun RUU tersebut kembali menjadi pemicu unjuk rasa dan menunjukkan perpecahan politik masih terjadi di Thailand.

Kuasai semua 'kementerian'

Demonstran antipemerintah -yang dipimpin oleh mantan anggota parlemen dari Partai Demokratik- pawai menuju kantor-kantor pemerintah, markas militer serta stasiun televisi.

Image caption Peserta protes hari Minggu (24/11) diperkirakan mencapai 100.000 orang.

Pemimpin protes Suthep Thaugsuban mengatakan unjuk rasa akan berjalan damai dan massa "membunyikan pluit dan menyerahkan bunga."

Tetapi saat tiba di kementerian keuangan, sekitar 40 demonstran masuk ke pekarangan departemen.

Image caption Demonstran antipemerintah juga pawai menuju markas militer.

"Besok (Selasa 26/11) kami akan menguasai semua kementerian dan menunjukkan kepada sistem Thaksin bahwa mereka tidak punya legitimasi untuk menjalankan negara ini," kata Suthep seperti dikutip kantor berita AFP.

Berita terkait