Wabah pes kembali intai Madagaskar

rat
Image caption Tahun lalu, sedikitnya 60 orang meninggal di Madagaskar akibat wabah pes.

Wabah penyakit pes yang mematikan kembali melanda sebuah desa di Madagaskar, Afrika, kata seorang pejabat medis di negara itu.

Minggu lalu setidaknya 20 orang tewas di desa di timur laut negara pulau itu.

Komite Internasional Palang Merah sebelumnya telah mengeluarkan peringatan pada Oktober lalu bahwa Madagaskar berisiko tertular wabah yang ditularkan pada manusia melalui kutu - biasanya berasal dari tikus.

Penyakit pes yang dikenal sebagai Maut Hitam di negeri itu, menewaskan sekitar 25 juta orang di Eropa pada Abad Pertengahan, namun sekarang semakin jarang dijumpai.

Tahun lalu, Madagaskar mencatatkan 60 kematian akibat wabah ini, angka tertinggi di dunia yang tercatat.

Wartawan BBC Tim Healy di ibukota, Antananarivo, mengatakan pejabat kesehatan telah berangkat ke daerah terpencil tersebut untuk menyelidiki.

Tahanan di penjara di pulau ini biasanya paling terpengaruh oleh wabah karena kondisi yang tidak higienis, katanya.

Ada kekhawatiran bahwa penyakit itu bisa menyebar ke kota-kota dan kota-kota di mana standar hidup menurun sejak kudeta tahun 2009 dan krisis politik yang terjadi.

Pada tanggal 20 Desember nanti akan diadakan putaran kedua pemilihan presiden untuk mengakhiri kebuntuan politik.

Berita terkait