Anak tanpa akta lahir sekitar 230 juta

  • 11 Desember 2013
Lukisan anak
Image caption UNICEF mengatakan tanpa akta lahir anak-anak tidak terjamin hak dasarnya termasuk pendidikan.

Sekitar 230 juta anak tidak memiliki akta lahir, menurut penelitian oleh badan anak-anak PBB, UNICEF.

Badan PBB ini mengatakan satu dari tiga anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia tidak terdaftar secara resmi.

UNICEF mengatakan akta kelahiran merupakan dokumen yang diperlukan untuk menjamin agar anak-anak ini tidak terlantar serta mendapat hak-hak mendasar anak seperti pendidikan.

Penelitian -yang dilakukan di 161 negara- itu menunjukkan angka paling rendah akta kelahiran terdapat di Asia Selatan dan sub-Sahara Afrika.

Di sejumlah negara seperti Kenya, seorang anak tidak dapat masuk sekolah tanpa adanya akta kelahiran.

UNICEF menyebutkan di banyak desa anak-anak lahir di rumah dan tidak pernah dibawa ke rumah sakit untuk pembuatan akta.

Tanpa adanya akta lahir, anak-anak yang terpisah akibat bencana alam atau perang akan lebih menyulitkan untuk dokumentasi.

Badan dunia ini juga melaporkan terjadinya kemajuan di Uganda, dengan penggunaan teknologi ponsel untuk menyelesaikan prosedur pembuatan akta kelahiran dalam hitungan menit dan tidak memakan waktu berbulan-bulan seperti terjadi di sejumlah tempat lain.

Dengan pendaftaran kelahiran secara resmi melalui akta, pemerintah-pemerintah dapat memperkuat perencanaan pembangunan, kata UNICEF.

Berita terkait