Pasca topan Filipina, jenazah masih ditemukan

Korban topan

Sekitar 30 jenazah ditemukan setiap hari di Filipina lebih dari satu bulan setelah terjangan Topan Haiyan.

Para pejabat dari manajemen bencana menambahkan jumlah korban meninggal akibat bencana itu tercatat lebih dari 6.000 orang sementara 1.800 lainnya masih hilang.

Berdasarkan jumlah korban itu, Topan Haiyan -yang melanda November lalu - merupakan bencana terparah yang tercatat di Filipina.

Para pejabat memperkirakan upaya pembangunan kembali rumah untuk lebih 16 juta jiwa akan memakan waktu paling tidak tiga tahun.

Regu pencari menemukan 27 jenazah di kota yang paling parah terkena bencana, Tacloban, kata juru bicara Badan Penanganan Bencana Filipina, Reynaldo Balido.

Balido mengatakan identifikasi antara 20-30 mayat yang ditemukan setiap hari sulit dan memakan waktu karena jenazah sudah membusuk.

Temuan jenazah Kamis (12/12) malam itu meningkatkan jumlah korban menjadi 6.009.

Seentara Menteri Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman mengatakan rumah-rumah sementara dan penampungan darurat tengah dibangun.

Korban gempa juga mendapatkan bantuan uang tunai sebagai imbalan kerja mereka untuk membantu mendistribusikan bantuan.

"Kami akan memberikan bahan-bahan untuk membangun rumah mereka, namun kami menekankan kepada pemerintah daerah bahwa perumaman baru harus dibangun paling tidak 40 meter dari garis batas air pasang di laut," kata Soliman.

Berita terkait