Skandal daging kuda di Prancis

  • 16 Desember 2013
Daging kuda
Berdasarkan UU Prancis, binatang untuk penelitian tidak boleh dikonsumsi.

Polisi Prancis menahan 21 orang sebagai bagian dari penyelidikan terkait tuduhan bahwa daging kuda yang dipakai untuk penelitian di laboratorium dijual untuk dikonsumsi.

Daging kuda itu disebutkan digunakan untuk penelitian medis di perusahaan farmasi, Sanofi, namun kemudian dijual.

Berdasarkan undang-undang Prancis, binatang yang digunakan untuk penelitian medis tidak bisa dijual untuk dimakan.

Polisi mengatakan kasus ini terjadi karena dokumentasi dari dokter hewan dipalsukan.

Bulan Februari lalu, skandal daging kuda merebak di Eropa, dengan ditemukannya daging kuda di jutaan kotak makanan jadi dan disebutkan daging sapi.

Sanofi mengatakan kepada surat kabar Le Parisien, hari Senin, bahwa daging kuda itu digunakan untuk membuat antibodi untuk antara lain rabies dan tetanus.

Perusahaan itu mengatakan mereka menjual sekitar 200 kuda dalam tiga tahun terakhir untuk fakultas kedokteran hewan, individu serta kalangan profesional.

Benoit Hamon, menteri urusan konsumen Prancis, mengatakan kepada radio RTL bahwa masalah ini menyangkut keselamatan makanan.

"Ada kuda yang seharusnya disuntik mati dan bukan dijual di toko daging," kata Hamon.

Hamon mengatakan apa yang terjadi saat ini sangat berbeda dengan skandal Februari lalu yang ia katakan sebagai penipuan.

"Daging kuda (dalam kasus Februari) seharusnya tidak dikonsumsi, dan masalah ini masih diselidiki," tambahnya.

Berita terkait