PBB temukan kuburan massal di Sudan Selatan

Milisi Sudan Selatan
Image caption Pertempuran meletup pertama kali di Juba pekan lalu dan dengan cepat menyebar.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan tim penyelidik menemukan kuburan massal, tempat sekitar 75 jenazah dikuburkan di Sudan Selatan.

"Setidaknya dilaporkan terdapat dua kuburan massal di Juba," kata Komisioner Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay, Selasa (24/12).

Seorang juru bicara badan PBB itu, Ravina Shamdasani, mengatakan mayat-mayat ditemukan di Bentiu di Unity State.

Kota itu jatuh ke tangan para pejuang yang setia kepada mantan Wakil Presiden Riek Machar beberapa hari lalu.

Menurut Shamdasani, hingga kini tim penyelidik belum mengetahui kapan mereka meninggal dunia.

Kepada BBC, ia juga mengatakan latar belakang etnik mereka yang dibunuh di Bentiu tidak jelas, tetapi sejumlah laporan menyebutkan mereka berasal dari etnik Dinka.

Ravina Shamdasani mengatakan dua kuburan massal lainnya dilaporkan ditemukan di Jebel-Kujur da Newside.

Hingga kini pelaku pembunuhan belum diketahui.

Mengungsi

Sebelumnya, Hannah McNeish, seorang wartawan di ibukota Sudan Selatan, Juba, melaporkan tiga saksi menuturkan tentang dugaan pembantaian massal, di mana lebih 200 orang, sebagian besar dari suku Nuer, dibawa ke kantor polisi dan ditembak oleh tentara pemerintah.

Seorang saksi mata mengatakan, orang-orang bersenjata masuk dari rumah ke rumah menembaki warga yang bukan berasal dari suku Dinka.

Sekitar 45.000 warga sipil mengungsi ke tempat-tempat penampungan PBB di berbagai kawasan di Sudan Selatan.

Pertempuran terjadi menyusul penguasaan sejumlah kota besar oleh pasukan pemberontak yang diduga mendukung mantan Wakil Presiden Riek Machar.

Sementara itu Presiden Salva Kiir bertekad melakukan serangan terhadap para pemberontak.

Berita terkait