Ribuan orang rayakan Natal di Betlehem

Gereja Kelahiran
Image caption Suasana perayaan Natal di Gereja Kelahiran di Betlehem.

Ribuan orang berkumpul di Bethlehem untuk menghadiri perayaan malam Natal, seperti dilaporkan koresponden BBC.

Para turis disuguhi suasana pesta Natal di Lapangan Manger, menonton para musisi yang menyanyi lagu-lagu Natal tradisional dalam bahasa Arab.

Lokasi lapangan dekat dengan Gereja Kelahiran atau Nativitas, lokasi yang dalam Alkitab disebut sebagai tempat kelahiran Yesus.

Jumlah orang yang berkunjung ke Bethlehem meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir menyusul dimulainya kembali pembicaraan mengenai perjanjian damai di Timur Tengah.

Meskipun Israel membangun tembok pemisah di Tepi Barat - yang tampak benteng kota - tiga pintu gerbang dibuka untuk Natal sehingga jemaat dapat mengikuti prosesi perayaan Natal yang dipimpin oleh Uskup Agung Latin Patriarch yang datang dari Yerusalem, seperti dilaporkan oleh Wartawan BBC di Betlehem Yolande Knell.

Image caption Para turis berkumpul di Lapangan Manger Betlehem untuk merayakan Natal.

"Pesan Natal ini adalah sebuah pesan perdamaian, cinta dan persaudaraan. Kita harus menjadi saudara satu sama lain," kata Uskup Agung Latin Patriarch, Fouad Twal - pastor Katolik Roma paling senior di Tanah Suci.

Rombongan mobil yang membawa Uskup Agung Latin Patriarch melalui jalanan sempit di Betlehem dan kemudian berhenti untuk menyapa jemaat.

Uskup Twal membutuhkan waktu 90 menit untuk sampai ke Gereja Kelahiran yang jaraknya sangat dekat, karena jalanan dipadati oleh pengunjung.

Kegelapan dan Cahaya

Sementara itu di Gereja St Peter Basilika di Roma, Paus Franciskus merayakan Natal pertamanya sejak menjadi pemimpin umat Katolik.

Sebelumnya dia mengunjungi Paus Emeritus Benedictus, 86 tahun, dan mengatakan pendahulunya berada dalam kondisi sehat.

Image caption Paus Franciskus akan menyampaikan pesan Natal dari balkon Basilika.

Di Vatikan, proses kelahiran Yesus digelar di Lapangan St Peter.

Wartawan BBC di Roma Alan Johnston mengatakan ribuan orang peziarah yang datang dari Italia dan seluruh dunia mengantri di tengah cuaca dingin sebelum memasuki Lapangan St Peter.

Musik pujian terdengar di udara, ketika Paus Franciskus memasuki lokasi perayaan Natal diiringi oleh para pastor.

Dalam homili yang singkat Paus mengatakan setiap umat Kristen dapat memilih antara kegelapan dan cahaya, antara cinta dan benci.

"Jika kita mencintai Tuhan dan saudara laki-laki dan perempuan kita, kita berjalan dalam cahaya, tetapi juga hati kita tertutup, jika kita didominasi oleh kesombongan, kebohongan, mementingkan diri sendiri, maka kegelapan jatuh di dalam diri kita dan di sekitar kita, "kata dia.

Pada Hari Natal, Franciskus akan menyampaikan pesan Natal dari balkon basilika yang menghadap Lapangan St Peter.

Wartawan BBC di Roma, Alan Johnston mengatakan Paus kemungkinan akan memberi perhatian pada wilayah yang masih banyak diliputi kegelapan menyusul terjadinya sejumlah masalah seperti beberapa bagian Afrika dan Timur Tengah.

Berita terkait