Rusia: Kematian Yasser Arafat alami

Yasser Arafat
Image caption Yasser Arafat meninggal dunia pada 2004 dan kuburannya dibongkar lagi tahun lalu.

Tim ahli forensik Rusia yang menyelidiki jenazah mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat mengatakan Arafat meninggal dunia karena sebab-sebab yang wajar.

Hasil penyelidikan terbaru ini diumumkan oleh Badan Medis-Biologi Federal Rusia.

"Kami telah merampungkan seluruh penyelidikan," kata Kepala Badan Medis-Biologi Federal Rusia Vladimir Uiba.

"Ia meninggal dunia secara wajar dan bukan karena radiasi," kata Uiba.

Hasil penyelidikan Rusia ini sejalan dengan penyelidikan tim ahli Prancis bulan ini. Tim ilmuwan yang ditunjuk oleh pengadilan Prancis untuk menyelidiki kematian Yasser Arafat, menyangsikan pemimpin Palestina meninggal karena diracun.

Jenazah Arafat yang diangkat lagi dari kuburan tahun lalu untuk kepentingan penyelidikan, sejauh ini telah diteliti oleh Swiss, Prancis dan Rusia.

Tim ahli Swiss menyimpulkan adanya polonium radioaktif dalam jumlah besar yang kemudian mengindikasikan keterlibatan pihak ketiga dalam kematian Arafat pada 2004.

Menanggapi temuan Rusia, Duta Besar Palestina untuk Rusia mengatakan otoritas Palestina akan tetap melanjutkan penyelidikan mengenai kematian Arafat.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa sudah ada keputusan untuk meneruskan penyelidikan," kata Duta Besar Faed Mustafa seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Arafat meninggal dunia pada 11 November 2004 pada usia 75 tahun, tetapi para dokter tidak mampu menentukan penyebab kematian pada saat itu.

Berita terkait