Israel bebaskan tawanan Palestina

  • 31 Desember 2013
Protes Israel
Image caption Warga Israel yang keluarganya menjadi korban kekerasan politik menentang pembebasan itu

Otoritas Israel membebaskan 26 orang tawanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan yang disponsori AS untuk memulai kembali pembicaraan damai langsung.

Israel menyetujui pembebasan tersebut pada hari Sabtu, namun langkah itu ditunda hingga 48 jam untuk mengizinkan keluarga korban mengajukan gugatan hukum.

Para tawanan itu melakukan pembunuhan atau percobaan pembunuhan sebelum perjanjian Oslo 1993 dan telah dipenjara antara 19 hingga 28 tahun.

Mereka adalah sepertiga dari total 104 tawanan yang akan dibebaskan.

Sebanyak 52 orang tawanan dibebaskan pada Agustus dan Oktober. Mereka disambut sebagai pahlawan perjuangan Palestina oleh Presiden Mahmoud Abbas.

Perayaan

Delapan dari 26 lelaki itu dibawa ke pos pemeriksaan di Gaza dan Yerusalem Timur.

Delapan belas orang sisanya dibawa ke Ramallah di Tepi Barat.

Rakyat Palestina menyambut pembebasan itu sebagai kemenangan atas Israel, sesuatu yang dikecam oleh keluarga warga Israel korban kekerasan politik, kata wartawan BBC di Timur Tengah.

Keluarga para korban melakukan aksi unjuk rasa terhadap pembebasan itu dan meminta Mahkamah Agung untuk menghentikannya.

"Satu hal yang kita tahu ketika kita menangkap para tawanan itu adalah mereka harus tinggal di penjara untuk periode maksimum," kata Meir Indor, dari asosiasi korban Israel Almagor kepada harian Jerusalem Post.

Berita terkait