Orang tua korban pemerkosaan tuntut keadilan

  • 4 Januari 2014
Image caption Kasus pemerkosaan yang marak di India melahirkan kemarahan massal.

Orang tua gadis berusia 16 tahun yang meninggal dunia akibat diperkosa dan dibakar oleh sekelompok pemuda di Calcutta, India, telah bersumpah untuk memperjuangkan keadilan.

Ayah korban mengatakan kepada BBC News: "Sampai napas terakhir saya, satu-satunya tujuan hidup saya adalah berjuang untuk meraih keadilan untuknya."

Sebelum meninggal, korban telah meminta kepada ibunya agar "memastikan agar pelakunya digantung."

Sejauh ini delapan orang telah ditangkap terkait kasus pemerkosaan yang menimbulkan kemarahan masyarakat India.

Aksi-aksi keprihatian dan kemarahan massal terus digulirkan di India atas maraknya kasus pemerkosaan, namun mereka juga menganggap kinerja polisi lamban.

Para pemrotes menuntut agar polisi mengambil tindakan lebih tegas terhadap para pelaku pemerkosaan.

Kasus ini terungkap ke permukaan, setelah terbukti bahwa gadis itu tidak melakukan bunuh diri dengan membakar diri, namun dibakar oleh para terduga pelaku pemerkosaan terhadap dirinya.

Konflik terbuka terjadi antara keluarga korban dan aparat kepolisian terkait upaya pemakaman korban.

Keluarga korban menuduh polisi berupaya menutupi kasus ini agar tidak menimbulkan kemarahan masyarakat.

Dibakar dua orang

Gadis malang itu diperkosa pada dua kesempatan yang berbeda di dekat rumahnya di kota Madhyamgram. Diawali kejadian pertama pada 26 Oktober, dia melaporkan apa yang dialaminya kepada polisi keesokan harinya.

Image caption Kasus pemerkosaan di India merupakan kejadian umum, kata wartawan setempat.

Polisi bertindak dengan menangkap enam orang yang dituduh sebagai pelaku pemerkosaan.

Hampir dua bulan kemudian, pada 23 Desember, perempuan itu dilarikan ke rumah sakit dengan luka bakar, dan akhirnya meninggal dunia pada malam tahun baru 2014.

Petugas kepolisian setempati, Madhav Santosh Nimbalkar, mengatakan kepada media bahwa gadis itu telah mengatakan kepadanya dia telah dibakar oleh dua orang. Dua orang itu kemudian ditangkap.

Insiden ini terjadi setahun setelah pemerkosaan brutal terhadap seorang mahasiswa di Kota Delhi, yang memicu protes berskala besar di seluruh negeri dan meningkatkan kembali isu tentang hak-hak perempuan dan keamanan mereka.

Para wartawan mengatakan, kasus pemerkosaan adalah kejadian umum di India yang ditandai banyaknya kasus pemerkosaan yang dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Walaupun India telah memberlakukan Undang-undang anti pemerkosaan dan masyarakat telah berani terbuka mendiskusikan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, namun sebagian perempuan di India memilih diam ketika mengalaminya.

Berita terkait