Larangan atas pelawak Prancis diubah

Dieudonne M"Bala M"Bala
Image caption Dieudonne sudah dinyatakan bersalah dalam karena pidato yang berisi antisemitis.

Pengadilan Prancis mengubah keputusan larangan pertunjukan kontroversial pelawak Dieudonne M'bala M'bala, yang akan digelar Kamis 9 Januari malam waktu setempat.

Keputusan terbaru ini membuat lawatan pertunjukan Dieudonne di kota Nantes akan digelar.

Dia sudah dinyatakan bersalah tujuh kali karena pidato yang berisi antisemitis dan pertunjukan terakhrinya disebut mengandung rujukan yang menghina umat Yahudi.

Dalam pernyataannya, pengadilan menyebutkan tidak melihat pertunjukan yang berjudul The Wall sebagai serangan atas martabat manusia sebagai objek utama, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Bagaimanapun Menteri Dalam Negeri Prancis, Manuel Valls, mengatakan akan banding ke Dewan Negara, yang merupakan pengadilan tata usaha tertinggi di Prancis.

Menurut Valls, pengadilan tidak mengkaji semua pilihan hukum atas kasus tersebut.

Jika banding Valls dikabulkan maka ada kemungkinan pertunjukan M'bala tetap tidak akan berlangsung.

Dalam halaman Facebooknya, Dieudonne menyebut perkembangan ini sebagai kemenangan.

"Kita sudah menang," tulisnya

Di Inggris, pemain West Brom, Nicolas Anelka, sempat mengundang kritik karena merayakan gol dengan gaya Dieudonne untuk mendukungnya.

Berita terkait