Pemrotes Thailand lakukan pemanasan

  • 9 Januari 2014
Protes di Thailand
Image caption Ribuan pemrotes melintasi jembatan Buddhayodfah di Bangkok dalam unjuk rasa menuntut pemerintah mundur.

Ribuan orang kembali turun ke jalan-jalan di ibukota Thailand, Bangkok, dalam pawai yang dikatakan sebagai pemanasan menjelang rencana aksi lebih besar Senin mendatang.

Dalam unjuk rasa hari ini (09/01) mereka kembali menuntut agar pemerintah pimpinan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur. Mereka menyebut unjuk rasa kali ini sebagai pemanasan akhir guna menarik lebih banyak dukungan.

Pada Senin, pengunjuk rasa yang sebagian berasal dari partai oposisi, berencana melumpuhkan ibukota dengan aksi mereka, antara lain memblokir 20 persimpangan jalan utama di Bangkok pusat.

Protes seperti yang digelar hari ini sudah diadakan oleh kubu oposisi sejak November lalu dalam upaya menuntut pemerintah mundur. Mereka sempat menduduki sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri.

Gerakan pimpinan oposisi menuduh Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sebagai kaki tangan kakaknya, mantan Perdana Menteri Minister Thaksin Shinawatra. Thaksin digulingkan lewat kudeta militer pada 2006.

Menjawab ketegangan dan tuntutan pengunjuk rasa, Perdana Menteri Yingluck Shinawatra membubarkan parlemen dan mengumumkan pemilu dini yang direncanakan akan dilaksanakan pada 2 Februari.

Akan tetapi kelompok pemrotes menuntut agar pemilu tidak diselenggarakan sebelum ada pemerintahan sementara yang melaksanakan sejumlah perombakan politik.

Dan Partai Demokrat yang beroposisi, sudah menyatakan memboikot pemilu.

Berita terkait