Bahan kimia cemarkan air minum di AS

  • 11 Januari 2014
west virginia water spill
Warga memborong air kemasan setelah peringatan tidak memimun air keran.

Sekitar 300.000 orang di negara bagian Virginia Barat, Amerika Serikat, diperingatkan untuk tidak minum air keran setelah tumpahan bahan kimia ke sungai di dekat Charleston, ibukota negara bagian itu.

Dewan penasehat air menutup sekolah-sekolah dan bisnis di sembilan distrik, dan membatalkan sesi legislatif negara.

Larutan berisi bahan kimia berbusa yang digunakan dalam proses persiapan batubara bocor dari tangki penyimpanan di Freedom Industries pada Kamis (09/01) lalu.

Para pejabat belum bisa memastikan seberapa bahaya tumpahan itu.

Presiden Barack Obama telah menerima permintaan Virginia Barat untuk deklarasi keadaan bencana -yang memungkinkan mereka untuk menggunakan bantuan federal.

Jeff McIntyre, Presiden West Virginia American Water, mengatakan kepada kantor berita Associated Press: "Sampai semua mengalir dan kami melakukan pengujian lebih jauh, kami tidak bisa mengatakan berapa lama ini akan berlangsung.

Berbahaya

Sungai Elk pada hari Jumat (10/01) tampak berbusa setelah tercemar tumpahan bahan kimia.

Walikota Charleston, Danny Jones, mengatakan dalam konferensi pers hari Jumat (10/01) tumpahan telah "menghancurkan masyarakat luas dan orang-orang yang tinggal di kota kami."

Freedom Industries mengatakan bahan kimia yang tumpah berjenis 4-metilsikloheksana metanol, bisa berbahaya jika tertelan dan menyebabkan iritasi kulit dan mata.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan pihaknya bekerja sama dengan para pejabat lokal dan federal dan "mengikuti semua langkah yang diperlukan untuk memperbaiki masalah."

Kontainer yang bocor diperkirakan menyimpan cairan sebanyak 40.000 galon (182.000 liter). Sementara dinas lingkungan setempat "yakin" kebocoran tidak lebih dari 5.000 galon.

Pihak militer Virginia Barat membantu warga mengisi kembali kantung-kantung air minum mereka.

Berita terkait