Penemu Kalashnikov mengaku menyesal

  • 13 Januari 2014
Mikhail Kalashnikov
Image caption Mikhail Kalashnikov mendapat gelar penghormatan Pahlawan Rusia.

Penemu senapan mesin yang paling terkenal di dunia, Mikhail Kalashnikov, mengaku menyesali temuannya.

Laporan yang terungkap menyebutkan penemu senapan Kalashnikov itu menulis surat bernada penyesalan kepada para pemimpin Gereja Ortodoks Rusia sekitar satu setengah tahun lalu.

Wartawan BBC di Moskow, Steve Rosenberg, melaporkan dalam surat itu dia -sebagai penganut Kristen Ortodoks- mempertanyakan apakah dia bersalah atas sejumlah besar kematian yang disebabkan oleh senapan ciptaannya.

Kalashnikov mengaku pertanyaan itu menyebabkan penyesalan dalam dirinya.

"Semakin panjang saya hidup, pertanyaan itu semakin mengebor otakku dan saya tertanya-tanya mengapa Tuhan mengizinkan manusia memiliki keinginan jahat, kemarahan, ketamakan dan keinginan menyerang," seperti tertulis dalam suratnya.

Namun seorang juru bicara para pemimpin gereja mengaku bahwa jika senjata digunakan untuk membela negara, Gereja Kristen Ortodoks mendukung penciptanya maupun tentara yang menggunakannya.

Image caption Senapan mesin Kalashnikov merupakan senjata paling populer di dunia.

Lebih dari 100 juta senapan Kalashnikov terjual di seluruh dunia.

Mikhail Kalashnikov sendiri mendapat gelar penghormatan Pahlawan Rusia dan meninggal dunia pada usia 94 tahun, akhir Desember 2013, dan dimakamkan secara kenegaraan.

Berita terkait