Aksi duduk ribuan umat Syiah Pakistan

Umat Syiah Pakistan Hak atas foto Reuters
Image caption Serangan kekerasan dengan sasaran umat Syiah Pakistan sudah terjadi beberapa kali.

Ribuan orang menggelar aksi duduk bersama di sejumlah kota di Pakistan untuk memprotes pembunuhan warga Syiah yang kembali dari Iran.

Sedikitnya 29 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan bom, Selasa 21 Januari, terhadap satu bus yang membawa jemaah Syiah di Provinsi Balukistan.

Para pengunjuk rasa membakar ban-ban dan menutup jalanan di Karachi, Lahore, dan Rawalpindi, seperti dilaporkan wartawan BBC di Karachi, Shahzeb Jilani.

Sementara di Quetta, tempat asal dari sebagian besar korban, para keluarga menolak menguburkan jenazah sampai pemerintah mengambil tindakan untuk menjamin keamanan mereka dan mencegah kekerasan sektarian.

"Pemerintah bersama teroris. Jika mereka tidak bersama mereka, bagaimana diperoleh informasi dan insiden seperti ini terjadi lagi berulang," tutur seorang pengunjuk rasa, Mardeen Ali, kepada televisi APTN.

Sebuah kelompok militan Sunni, Lashkar-e-Jhangvi, sudah mengaku sebagai pelaku serangan.

Serangan dengan sasaran umat Syiah di Pakistan bukan pertama kalinya terjadi.

Hak atas foto AFP
Image caption Pengunjuk rasa menuntut tindakan pemerintah untuk mencegah kekerasan sektarian.

Awal Januari 2013 lalu, lebih dari 100 orang umat Syiah tewas di Quetta akibat serangan yang juga diakui dilakukan oleh Lashkar-e-Jhangyi.

Para keluarga korban juga sempat menolak untuk memakamkan jenazah untuk menuntut perlindungan yang lebih besar bagi umat Syiah.

Berita terkait