Ditawari posisi PM, oposisi Ukraina terus unjuk rasa

  • 26 Januari 2014
Hak atas foto AFP

Pemimpin oposisi Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, mengatakan protes akan terus berlanjut meski Presiden Viktor Yanukovych telah menawari dirinya untuk menjadi perdana menteri.

Yatsenyuk mengatakan kelompok oposisi secara umum siap untuk menerima tugas kepemimpinan, tetapi beberapa permintaan kunci juga harus dipenuhi.

Tuntutan paling utama adalah digelarnya pemilihan umum baru.

Oposisi juga meminta perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa ditandatangani dan tahanan politik dibebaskan, termasuk mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko.

Sementara itu, bentrokan terus terjadi di Kiev. Sejumlah aktivis mencoba menyerbu sebuah bangunan markas polisi anti huru-hara.

Penawaran presiden itu dilakukan sebagai langkah baru mengakhiri unjuk rasa yang tak henti. Dua kubu sempat mengadakan perundingan pada Kamis (23/01) lalu, setelah aksi unjuk rasa menelan korban.

Dia menyediakan posisi perdana menteri kepada Yatsenyuk dan posisi deputi perdana menteri kepada pimpinan oposisi lain, Vitali Klitschko.

Selepas penawaran tersebut, Klitschko mengatakan kepada para pengunjuk rasa bahwa mereka akan tetap mendesak pemerintah mengabulkan tuntutan mereka.

"Kami tidak akan berbalik dan kami akan tetap berdiskusi dan mencoba mencari sebuah arah," katanya.

Aksi unjuk rasa mulai pada November lalu setelah pemerintah Ukraina memutuskan untuk tidak menandatangani perjanjian kerja sama dengan Uni Eropa.

Pemerintah malah memilih untuk mempererat hubungannya dengan Rusia.

Berita terkait