Dituntut mundur, presiden Ukraina tetap bertugas

ukraine Hak atas foto AFP
Image caption Demonstran masih belum juga bisa ditenangkan di Kiev, Ukraina.

Presiden Ukraina Viktor Yanukovych kembali bekerja pada hari Senin setelah empat hari absen karena sakit. Pengunjuk rasa masih menuntut dia menyerahkan kekuasaan.

Krisis politik terus berlanjut tanpa kehadirannya, ribuan orang juga masih memenuhi jalan-jalan ibukota Kiev untuk berunjuk rasa.

Sementara itu, pemimpin oposisi Dmytro Bulatov tiba di Lithuania untuk perawatan medis.

Bulatov muncul di TV pekan lalu mengatakan ia diculik dan disiksa.

Presiden Yanukovych belum terlihat di depan umum sejak Rabu (29/01) lalu. Kantor kepresidenan mengatakan ia demam dan mengalami masalah pernapasan, tetapi telah merasa lebih baik dan akan kembali bekerja.

Demonstrasi terus berlangsung

Para pemimpin oposisi sebelumnya menyatakan keraguan tentang penyakitnya -pada hari Minggu (02/02) mereka kembali meminta dia untuk mundur ketika berbicara kepada kerumunan pengunjuk rasa di lapangan Maidan di Kiev kata wartawan BBC Duncan Crawford.

Ribuan orang saat ini masih berkumpul di alun-alun yang telah menjadi titik fokus bagi oposisi.

Untuk menenangkan massa, Yanukovych telah menawarkan sejumlah konsesi dan kabinetnya berhenti dari pekerjaan mereka.

Tapi para demonstran yang kebanyakan menginginkan hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa daripada Rusia belum juga bisa ditenangkan.

Bulatov tiba di Vilnius, Lithuania, pada pagi dini hari Senin dan langsung dibawa ke rumah sakit, demikian laporan dari Baltic News Service.

Dia hilang pada tanggal 22 Januari dan kembali muncul delapan hari kemudian di pinggiran Kiev. Lithuania telah berjanji untuk mengobati pengunjuk rasa terluka dalam krisis ini.

Berita terkait