Evakuasi warga sipil Homs dimulai

Warga sipil di Homs Hak atas foto Reuters
Image caption Penduduk Homs terjebak perang yang berkecamuk di kota.

Operasi untuk mengevakuasi warga sipil dari kota Homs -yang selama setahun lebih dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah- sudah dimulai.

Wartawan BBC di kota itu melaporkan enam bus yang didampingi tiga kendaraan PBB dan ambulans Sabit Merah sudah memasuki daerah yang selama ini dikuasai pasukan pemberontak.

Konvoi itu membawa perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia ke luar dari kota yang sebagian sudah porak poranda.

Kesepakatan gencatan senjata kedua belah pihak yang memungkinkan masuknya bantuan ini dicapai setelah ditengahi oleh PBB, Sabtu (06/02) pekan lalu.

Sekitar 2.500 warga sipil terperangkap di kota itu bersama dengan ratusan anggota kelompok pemberontak.

Homs merupakan salah satu kota yang menderita karena pertempuran berat antara pasukan pemerintah dengan kelompok pemberontak sejak maraknya perlawanan atas pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

PBB memperkirakan lebih dari 100.000 orang tewas sejak konflik Suriah marak lebih dari tiga tahun lalu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sekitar 2.500 warga sipil terperangkap di Homs bersama ratusan anggota kelompok pemberontak.
Hak atas foto Reuters
Image caption Sebagian kota Homs hancur akibat pertarungan pasukan pemerintah dan pemberontak.

Dalam perkembangan lain, pemerintah Suriah mengumumkan akan berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai di Jenewa pekan depan.

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Muqdad, mengatakan delegasi pemerintah ikut serta dalam konfrensi yang merupakan tindak lanjut pertemuan bulan lalu.

Berita terkait