Keprihatinan atas hasil referendum Swiss

Referendum Swis Hak atas foto AFP
Image caption Sebanyak 50,3% pemilih di Swis mendukung kuota bagi pendatang dari Uni Eropa.

Prancis dan Jerman mengungkapkan keprihatinan atas referendum di Swisss yang menetapkan kuota bagi pendatang dari negara-negara Uni Eropa.

Hasil referendum, Minggu (09/02), memperlihatkan 50,3% pemilih mendukung pembatasan, yang membatalkan kesepakatan Swisss- Uni Eropa tentang kebebasan pergerakan warga.

Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, mengatakan hasil tersebut akan menyebabkan kesulitan bagi Swisss.

Sementara Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, berpendapat Swiss akan menderita sebagai negara yang 'berpandangan ke dalam'.

"Kami akan mengkaji hubungan kami dengan Swiss," tambah Fabius dalam wawancara dengan ratio RTL.

Gagasan untuk menggelar referendum dipimpin oleh kubu sayap kanan Swiss, Partai Rakyat Swiss, di tengah-tengah meningkatnya perdebatan tentang tentang dampak dari kebebasan begerak warga di kawasan Eropa.

Dengan dukungan atas pembatasan pendatang tersebut, maka pemerintah Swiss akan menyusun undang-undang penerapannya dalam masa paling lama waktu tiga tahun.

Pemerintah Swiss sebenarnya meminta rakyat untuk menentang kuota atas pendatang dari Uni Eropa namun kini harus menerima hasil referendum dan para wartawan menduga mereka akan mengupayakan fleksibilitas dalam UU karena referendum tidak menetapkan rincian kuota.

Berita terkait