Inggris akui kesulitan pantau mujahid dari Suriah

mujahid di Suriah Hak atas foto AFP
Image caption Kelompok pemberontak di Suriah dilaporkan mendapat dukungan dari mujahid asing.

Para pejabat Inggris memperingatkan kini mungkin semakin sulit bagi aparat keamanan memantau mujahid Inggris yang kembali setelah berperang di Suriah.

Mereka mengatakan persoalan ini menjadi masalah jangka panjang bagi Inggris.

Alasannya, para mujahid yang pulang dari Suriah telah mengalami proses radikalisasi lewat kekerasan dan brutalitas ekstrem yang mereka alamai atau saksikan di Suriah.

Sejauh ini diperkirakan 400 warga negara Inggris telah pergi ke Suriah untuk berperang, termasuk seorang pria dari Sussex, Abdul Waheed Majid.

Majid diyakini sebagai pengebom bunuh diri pertama Inggris di Suriah.

Kelompok-kelompok jihad menyebut pria warga Inggris itu dalam video yang diunggah di internet. Mereka menyebut Majid dengan nama aliasnya Abu Suleiman Al-Britani.

Abdul Waheed Majid dilaporkan melakukan serangan bom bunuh diri sebagai bagian dari serangan oleh kelompok pemberontak di sebuah penjara Aleppo.

Seperti dilaporkan oleh wartawan BBC masalah keamanan, Frank Gardner, polisi telah menyelidiki rumah yang sebelumnya ditempati oleh Majid di Sussex, kota yang terletak antara London dan kawasan pesisir Brigton.

Berita terkait