Tenda-tenda pemrotes Thailand dibongkar

Pemrotes di Thailand Hak atas foto AP
Image caption Sebagian pemrotes berusaha bertahan di dekat-dekat kantor pemerintah.

Puluhan ribu polisi antihuru-hara Thailand mulai membongkar kemah-kemah pengunjuk rasa yang menjamur di ibukota, Bangkok.

Kemah-kemah tersebut digunakan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.

Tindakan polisi anti-huru Thailand tidak mendapat perlawanan berarti di satu distrik, tetapi polisi harus membatalkan upaya serupa dalam membersihkan sejumlah kawasan lain setelah kelompok pengunjuk rasa melancarkan perlawanan.

"Stategi kami adalah melakukannya secara pelan-pelan, dan bergerak masuk dari daerah-daerah pinggiran Bangkok ke tempat-tempat protes utama," kata Kepala Kepolisian Nasional Adul Saengsingkaew.

"Kami tidak membubarkan unjuk rasa atau menggunakan paksaan, kami menempuh jalan perundingan sebagai taktik utama," tambahnya.

Namun pemimpin pengunjuk rasa Suthep Thaugsuban mengatakan kepada para pengikutnya bahwa upaya membersihkan pengunjuk rasa belum berdampak besar.

"Gedung Pusat Pemerintah masih dikuasai oleh jaringan mahasiswa. Yingluck Shinawatra masih belum ke kantor," kata Thaugsuban.

Pemrotes mendirikan kemah-kemah di berbagai bundaran jalan dan di dekat kantor kementerian pemerintah sebagai upaya memaksa mundur Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Ia menolak mengundurkan diri, tetapi krisis politik yang ditimbulkan oleh gerakan protes belum terpecahkan.

Berita terkait